Review: Arief Rahman
Karen Armstrong yang dulu adalah seorang biarawati dan kemudian meninggalkan ordo nya, kini lebih terkenal sebagai pemerhati dan komentator agama-agama dunia. Sudah banyak buku yang ia tulis yang mengangkat tema keagamaan dan juga biografi tokoh agama seperti Nabi Muhammad dan Sidharta Gautama. Kali ini dalam Sejarah Tuhan (gold edition diterbitkan Mizan tahun 2012) Armstrong membahas dengan lugas, secara gamblang namun mudah dipahami tentang tiga agama monotheis terbesar di dunia: Yahudi, Kristen dan Islam.
Dalam bab pendahuluan ada secuil kisah ketika Armstrong berada dalam sebuah ordo Katolik dan keluarnya dari ini yang melatarbelakangi ia menulis Sejarah Tuhan. Cerita ini menjadi awal yang menarik dan juga pembukaan dari pembahasan yang panjang dan padat akan buku ini. Bab-bab berikutnya adalah komentar Armstrong tentang sejarah "pencarian Tuhan" yang bermula dari agama-agama politheisme Mesopotamia dan bagaimana keyakinan mereka bersinergi dengan kisah pencarian Tuhan oleh Abraham dan sejarah awal Yudaisme. Pembahasan kemudian berlanjut dalam sejarah iman Kristiani dan bagaimana konsepsi Trinitas menjadi diterima dalam keyakinan Kristen. Agama terakhir yang dibahas adalah Islam dan hubungan agama yang dibawa Rasulullah ini terhadap 2 agama sebelumnya.
Tak hanya tentang sejarah Tuhan yang muncul dalam Yahudi, Kristen dan Islam saja namun Armstrong juga membahas tentang perkembangan spritualisme dalam ketiga agama tersebut terutama dalam hal filsafat dan mistikisme. Menariknya Armstrong menerangkan bahwa sufisme Islam mempengaruhi juga Kabbalah Yahudi. Terakhir Armstrong memberikan penjelasan tentang wajah ketuhanan yang baru dalam era Pencerahan, fundamentalis dan revolusi modern. Hal ini ditutup dengan komentarnya tentang bagaimana nasib Tuhan dan agama di masa sekarang.
Armstrong dalam bukunya memberikan pemahaman yang lebih luas akan sejarah agama samawi. Sangat seru untuk jadi bahan diskusi. Buku yang patut dibaca semua orang agar menyegarkan kita kembali tentang makna sejarah atas ketuhanan itu sendiri dan bagaimana lika liku perkembangan agama di dunia.
Dalam bab pendahuluan ada secuil kisah ketika Armstrong berada dalam sebuah ordo Katolik dan keluarnya dari ini yang melatarbelakangi ia menulis Sejarah Tuhan. Cerita ini menjadi awal yang menarik dan juga pembukaan dari pembahasan yang panjang dan padat akan buku ini. Bab-bab berikutnya adalah komentar Armstrong tentang sejarah "pencarian Tuhan" yang bermula dari agama-agama politheisme Mesopotamia dan bagaimana keyakinan mereka bersinergi dengan kisah pencarian Tuhan oleh Abraham dan sejarah awal Yudaisme. Pembahasan kemudian berlanjut dalam sejarah iman Kristiani dan bagaimana konsepsi Trinitas menjadi diterima dalam keyakinan Kristen. Agama terakhir yang dibahas adalah Islam dan hubungan agama yang dibawa Rasulullah ini terhadap 2 agama sebelumnya.
Tak hanya tentang sejarah Tuhan yang muncul dalam Yahudi, Kristen dan Islam saja namun Armstrong juga membahas tentang perkembangan spritualisme dalam ketiga agama tersebut terutama dalam hal filsafat dan mistikisme. Menariknya Armstrong menerangkan bahwa sufisme Islam mempengaruhi juga Kabbalah Yahudi. Terakhir Armstrong memberikan penjelasan tentang wajah ketuhanan yang baru dalam era Pencerahan, fundamentalis dan revolusi modern. Hal ini ditutup dengan komentarnya tentang bagaimana nasib Tuhan dan agama di masa sekarang.
Armstrong dalam bukunya memberikan pemahaman yang lebih luas akan sejarah agama samawi. Sangat seru untuk jadi bahan diskusi. Buku yang patut dibaca semua orang agar menyegarkan kita kembali tentang makna sejarah atas ketuhanan itu sendiri dan bagaimana lika liku perkembangan agama di dunia.
pass: tanerizawa
Bulan Tidak Bohong
|
Publisher: DAR Mizan
Author: Hanifah, dkk. Free eBook Download Link: |
Dalam rangka menyambut peluncuran film Ambilkan Bulan produksi Mizan Productions dan Falcon Pictures, Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK), divisi buku anak dan remaja di bawah naungan Penerbit Mizan, menyelenggarakan lomba menulis cerpen bertema “ambilkan bulan”.
Lomba ini dibagi dalam dua kategori, yaitu untuk siswa SD dan SMP
dan berhasil menjaring lebih dari 160 peserta dari seluruh Indonesia.
Lomba menulis cerpen ini bertujuan antara lain untuk menemukan
bibit-bibit baru penulis cilik tanah air. Karya yang menjadi pemenang
akan diterbitkan dalam bentuk buku digital (E-book) oleh Mizan Digital
Publishing (MDP) yang dapat diunduh di www.mizan.com. Lomba ini juga
menyediakan hadiah uang tunai total sebesar 6 (enam) juta rupiah.
Masih dalam rangkaian kegiatan menyambut film Ambilkan Bulan,
Penerbit Mizan juga mengeluarkan novel anak-anak berjudul Ambilkan Bulan
yang ditulis oleh Shara, penulis cilik yang karya-karyanya best seller.
Shara, yang bernama lengkap Wanda Amyra Mayshara, telah menulis empat
buah buku yang semuanya diterbitkan oleh DAR! Mizan. Buku kelimanya,
Ambilkan Bulan ini, ditulis berdasarkan skenario film Ambilkan Bulan
karya Jujur Prananto. Buku ini telah diluncurkan pada 1 Mei 2012 yang
lalu.
Satu lagi yang turut menyemarakkan kehadiran film Ambilkan Bulan
adalah album Ambilkan Bulan. Album ini berisi sepuluh lagu ciptaan AT
Mahmud yang sudah sangat kita kenal,di antaranya “Ambilkan Bulan”,
“Paman Datang”, “Anak Gembala”, dan “Libur T’lah Tiba”. Lagu-lagu itu
dinyanyikan oleh sepuluh artis penyanyi dan grup band, termasuk Lana
Nitibaskara, penyanyi jazz cilik pemeran utama film Ambilkan Bulan.
Penyanyi lainnya adalah Sheila on 7, SID, Numata, She, The Changcuters,
Coklat, Judika, rif, Tangga, dan Astrid. Album ini dirilis oleh Sony
Music bekerja sama dengan Bank BNI.
Filmnya akan beredar serentak di bioskop-bioskop tanah air pada 28
Juni 2012, bersamaan dengan liburan sekolah. Film ini digarap oleh Ifa
Isfansyah, Sutradara Terbaik FFI 2011 dengan Helmy Yahya selaku produser
eksekutif. Para pemainnya, selain Lana adalah Agus Kuncoro, Astri
Nurdin, dan Landung Simatupang.
Pada dasarnya, rangkaian kegiatan yang diberi nama Ambilkan Bulan
ini merupakan persembahan kami untuk AT Mahmud dan anak-anak Indonesia,
di samping sebagai bentuk kepedulian kami terhadap pentingnya lagu,
buku, dan film untuk anak-anak. Semoga ini menjadi langkah awal yang
baik bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap hiburan yang sesuai
bagi anak-anak.
Berikut ini adalah nama-nama pemenang Lomba Menulis Cerpen Ambilkan Bulan:
KATEGORI SD:
- Juara I : Bulan Tidak Bohong, karya Nur Fadhilah, dari SD Muhammadiyah Dhuri
- Juara II : Anak yang Takut Akan Kegelapan, karya Yin Chan Hee
- Juara III : Menangkap Bulan, karya Intania Raihan, SD Karakter
KATEGORI SMP:
- Juara I : Namaku, Doa Mereka, karya Faridatul Mardhiyyah, SMPN 15, Serang
- Juara II : Aku, Bapak, dan Bulan, karya Sabrina Hilmawati, SMP Islam Didaktika
- Juara III : Bulan untuk Cinta dari Ayah, karya Dini Larasati.
Ebook Cerita anak islam
1) Kisah Ashabul Ukhdud
Mengambil manfaat dari kisah-kisah yang terdapat dalam Al-qur’an tidak akan ada habisnya. Berikut yang menjadi pilihan kami untuk putera puteri anda adalah kisah Ashabul Ukhdud.
Dalam tafsir surat Al-Buruj, Ibnu Katsir menukilkan sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad dan An-Nasa’i mengenai kisah keberanian dan pengorbanan seorang pemuda dalam menegakkan tauhid, agar manusia beriman hanya kepada Allahs aja.
Syaikh Salim bin Ied al-Hilali dalam syarahnya terhadap hadits dalam kitab Riyadush Shalihin berkata, bahwa salah satu kandungan hadits tersebut adalah disunnahkan untuk mengajari anak sejak kecil sebab belajar pada waktu kecil itu seperti mengukir di atas batu. Dan bahwa dianjurkan bagi para pendidik untuk menggunakan beberapa kisah untuk mengarahkan anak didik. Sebab dalam beberapa kisah itu terdapat pengaruh yang besar dan mungkin tidak bisa dihasilkan melalui pemberian nasihat secara langsung.
Semoga bermanfaat!
2.Kisah Awal Kenabian
Sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak kepada Nabi Muhammad shallalalhu alaihi wasallam, berikut ini kami sajikan bagian pertama dari rangkaian seri Sirah Nabawiyyah yang insya Allah akan disajikan sebagai Bacaan Anak Muslim secara bertahap.
Sebagaimana judulnya, eBook ini menyajikan kisah seputar Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebelum beliau diutus sebagai Nabi dan Rasul.
E-Book ini secara ringkas berkisah tentang masa sebelum kelahiran beliau, masa kecil belliau serta perjlanan hidup Rasulullah hingga menjelang diutusnya beliau sebagai Nabi dan Rasul. Semoga eBook ringkas ini bermanfaat untuk muslim kecil anda.
Download (klik kanan save target as)
3).Kisah Habil dan Qabil
Alhamdulillah, Bacaan Anak Muslim bertambah lagi dengan ‘Kisah Habil dan Qabil’. Kisah ini kami adaptasikan dari karya Ibnu Katsir yang merupakan bagian dari kitabnya yang besar Al-Bidayah wa An-Nihayah, yakni ‘Kisah-kisah yang Terdapat dalam Al-Qur’an.
Sumber yang kami gunakan untuk membuat eBook ini adalah Buku versi terjemahan Bahasa Inggris ‘Stories of the Qur’an” yang dierbitkan oleh Dar Al-Manarah dan dipublikasikan secara online di http://www.islambasics.com.
Kisah ini kami pilih untuk memberikan pelajaran bagi anak, bahwa Allah hanya menerima amal yang baik dari orang-orang saleh yang ikhlas dan bertakwa kepada Allah, dan betapa buruk hukuman bagi orang yang berbuat zalim.
Sumber yang kami gunakan untuk membuat eBook ini adalah Buku versi terjemahan Bahasa Inggris ‘Stories of the Qur’an” yang dierbitkan oleh Dar Al-Manarah dan dipublikasikan secara online di http://www.islambasics.com.
Kisah ini kami pilih untuk memberikan pelajaran bagi anak, bahwa Allah hanya menerima amal yang baik dari orang-orang saleh yang ikhlas dan bertakwa kepada Allah, dan betapa buruk hukuman bagi orang yang berbuat zalim.
4) Kisah Nabi Daud Alahis Salam
Ebook ini dinukil dan disusun kembali untuk Bacaan Anak Muslim dari Qishashul Anbiya (Kisah Para Nabi) karya Ibnu Katsir rahimahullah. Kisah ini diawali perlawanan Raja Thalut menghadapi musuhnya Jalut dan tentaranya yang senantiasa memerangi Bani Israil, hingga akhirnya ia dikalahkan oleh Nabi Daud alahis salam. Kemudian berlanjut dengan kisah Nabi Daud secara ringkas hingga wafatnya. Dalam eBook ini juga dilengkapi dengan pelajaran atau hikmah yang diambil dari kisah ini dan disertai kusi di bagian akhir. Semoga bermanfaat sebagai salah satu bahan bacaan bagi anak-anak muslim.
Download Kisah nabi Daud Alaihis Salam,
Maria Al-Qibthiyah : The “Forgotten” Love of Muhammad Saw
Di antara istri-istri Nabi Muhammad Saw., Maria Al-Qibthiyah adalah sosok yang paling terlupakan dari memori umat Muslim. Padahal, dari buah cinta Rasulullah dengan Maria, lahirlah seorang putra bernama Ibrahim, putra Rasulullah satu-satunya yang lahir selepas beliau diangkat sebagai utusan Allah. Saat pertama kali melihatnya, Rasulullah Saw. terpesona dengan paras dan akhlak Maria Al-Qibthiyah, seorang wanita dari kalangan Kristen Koptik yang cantik dan anggun. Dan keterpesonaan Rasulullah kepada Maria ini membuat istri-istri yang lain merasa cemburu. Maria adalah sosok wanita yang memiliki pemahaman agama yang baik. Dia telah disucikan Allah dari prasangka buruk manusia. Kisah cinta Rasulullah-Maria ini mengungkap dengan indah sisi-sisi romantis dalam kehidupan Rasulullah yang terlupakan. "Belum pernah aku terpukau dengan keelokan seorang perempuan seperti halnya keterpukauanku kepada Maria. Rasulullah pun terpukau dengan kecantikan paras dan akhlaknya." —Pujian ‘A’isyah untuk Maria
Di antara istri-istri Nabi Muhammad Saw., Maria Al-Qibthiyah adalah sosok yang paling terlupakan dari memori umat Muslim. Padahal, dari buah cinta Rasulullah dengan Maria, lahirlah seorang putra bernama Ibrahim, putra Rasulullah satu-satunya yang lahir selepas beliau diangkat sebagai utusan Allah. Saat pertama kali melihatnya, Rasulullah Saw. terpesona dengan paras dan akhlak Maria Al-Qibthiyah, seorang wanita dari kalangan Kristen Koptik yang cantik dan anggun. Dan keterpesonaan Rasulullah kepada Maria ini membuat istri-istri yang lain merasa cemburu. Maria adalah sosok wanita yang memiliki pemahaman agama yang baik. Dia telah disucikan Allah dari prasangka buruk manusia. Kisah cinta Rasulullah-Maria ini mengungkap dengan indah sisi-sisi romantis dalam kehidupan Rasulullah yang terlupakan. "Belum pernah aku terpukau dengan keelokan seorang perempuan seperti halnya keterpukauanku kepada Maria. Rasulullah pun terpukau dengan kecantikan paras dan akhlaknya." —Pujian ‘A’isyah untuk Maria
Publisher: Mizan Pustaka
Author: Abdullah Hajjaj
Free eBook Download Link:
Author: Abdullah Hajjaj
Free eBook Download Link:
Buku, yang disusun oleh seseorang yang memiliki concern terhadap Tawasuf (positif) dan Filsafat Islam ini, merupakan upaya untuk menampilkan shalat sebagai jawaban atas kebutuhan eksistensial dan intelektual manusia modern akan kebahagiaan dan pencerahan hidup.
|
Publisher: IIMAN
Author: Haidar Bagir
Free eBook Download Link:
|
1. Identitas Buku
Judul Buku : Di Bawah Lindungan Ka’bah
Penulis : Prof. DR. (Buya) Hamka
Penerbit : PT. Bulan Bintang
Tahun Terbit : Jumadil Awal 1423/Juli 2002
Cetakan Ke : 28
Tebal Buku : 80 halaman
Kategori : Novel Sastra
2. Biografi Penulis
Haji Abdul Malik Karim Amrulloh, atau lebih kita kenal dengan julukan Buya HAMKA atau HAMKA (yang merupakan singkatan namanya), lahir pada tahun 1908, di desa kampong molek, Meninjau, Sumatra Barat dan meninggal di Jakarta pada tanggal 24 juli 1981. Beliau adalah sastrawan Indonesia sekaligus ulama dan aktivis politik.
Di bawah lindungan ka’bah merupakan novel/buku karangan beliau yang ke 13 (1936), yang diterbitkan oleh PT. Bulan Bintang dengan ketebalan buku yaitu 80 halaman.
Sinopsis
Hamid adalah seorang anak yatim yang miskin. Dia diangkat anak oleh keluarga Haji Jafar yang kaya raya. Perhatian Haji Jafar dan istrinya, Aisah, terhadap pemuda itu sangat baik. Mereka menganggap Hamid seperti anak mereka sendiri. Mereka sangat menyayanginya sebab pemuda itu sangat rajin, sopan, berbudi luhur, dan taat beragama. Mereka juga menyekolahkan Hamid di sekolah rendah bersama-sama anak kandung mereka, Zaenab
Hamid telah menganggap Zaenab sebagai adik kandungnya sendiri. Ia sangat menyayangi gadis itu dan selalu berusaha melindunginya. Begitu pula halnya dengan Zaenab. Ia pun menganggap Hamid seperti kakak kandungnya. Ia banyak menggunakan waktunya untuk bersama-sama dengan Hamid. Karena bersekolah ditempat yang sama, keduanya sering pergi dan bermain bersama. Ketika mereka beranjak remaja, dalam hati mereka mulai tumbuh perasaan lain, suatu perasaan yang belum mereka rasakan sebelumnya. Hamid merasa bahwa rasa sayang terhadap Zaenab bukan lagi perasaan sayang kepada adiknya. Demikian pula halnya dengan Zaenab.
Setelah tamat dari sekolah rendah, Hamid melanjutkan sekolah ke Padang Panjang, sedangkan Zaenab tidak melanjutkan sekolahnya. Pada masa tersebut, wanita yang telah menamatkan sekolah rendah tidak boleh meneruskan sekolahnya. Mereka dipingit oleh orang tuanya untuk kemudian dinikahkan dengan pilihan orang tuanya. Demikian dengan Zaenab, ia pun dipingit oleh kedua orang tuanya. Maka, dengan berat hati, Hamid meninggalkan gadis itu.
Selama di Padang Panjang, pemuda itu semakin menyadari perasaan cintanya terhadap Zaenab. Perasaan rindu hendak bertemu dengan gadis itu semakin hari semakin menyiksa dirinya. Ia ingin selalu berada didekatnya. Namun, ia tidak berani mengutarakan perasaan hatinya. Ia menyadari adanya jurang pemisah yang sangat dalam diantara mereka. Zaenab berasal dari keluarga berada dan terpandang, sedangkan dia hanya berasal dati keluarga miskin. Itulah sebabnya, rasa cinta yang bergelora terhadap Zaenab hanya dipendam saja.
Hamid benar-benar harus menguburkan perasaan cintanya kepada Zaenab ketika Haji Jafar, ayah Zaenab yang sekaligus ayah angkatnya, meninggal dunia. Tidak lama kemudian , ibu kandungnya pun meninggal dunia. betapa pilu hatinya ditinggalkan oleh kedua orang yang sangat dicintainya. Kini dia merasa hidup sebatang kara. Ia merasa tidak lebih sebagai pemuda yatim piatu yang miskin. Sejak kematian ayah angkatnya, Hamid tidak dapat menemui Zaenab lagi karena gadis itu telah dipingit ketat oleh mamaknya.
Hati Hamid semakin hancur ketika ia mengetahui bahwa mamaknya, Asiah, akan menjodohkan Zaenab dengan seorang pemuda yang memiliki hubungan kekerabatan dengan almarhum ayah angkatnya. Bahkan, Mak Asiah menyuruh Hamid untuk membujuk Zaenab agar gadis itu menerima pemuda pilihan ibunya sebagai calon suaminya. Betapa hancur hati Hamid menerima kenyataan itu. Cinta kasihnya kepada gadis pujaan hatinya tidak akan pernah tercapai.
Dengan berat hati, Hamid menuruti kehendak Mak Asiah. Dia menemui Zaenab dan membujuk gadis itu agar menerima pemuda pilihan mamaknya. Menerima kenyataan tersebut, hati Zaenab menjadi sangat sedih. Dalam hatinya, ia ingin menolak kehenadak mamaknya, namun ia tidak mampu melakukakanya. Maka, dengan sangat terpaksa,ia menerima pemuda pilihan orang tuanya.
Setelah kajadian itu, Hamid memutuskan untuk pergi meninggalkan kampung halamannya. Ia tidak sanggup menanggung beban yang begitu berat. Itulah sebabnya, dia meninggalkan Zaenab dan pergi ke Medan. Sesampainya di Medan, dia menulis surat kepada Zaenab. Dalam suratnya, dia mencurahkan isi hatinya kepada gadis itu. Dari Medan, Hamid melanjutkan perjalanan menuju Singapura. kemudian , dia pergi ke tanah suci Mekkah.
Betapa sedih dan hancurnya hati Zaenab ketika ia menerima surat dari Hamid. Gadis itu merasa tersiksa karena ia pun mencintai Hamid. Ia sangat merindukan pemuda itu. Namun, ia harus melupakan cintanya karena mamaknya telah menjodohkan dirinya dengan pemuda lain. Karena selalu dirundung kesedihan, Zaenab menjadi sering sakit-sakitan dan ia kehilangan semangat hidupnya.
Sementara itu, Hamid pun selalu dirundung kegelisahan karena menahan beban rindunya pada Zaenab. Untuk menghapus kerinduannya, dia bekerja pada sebuah penginapan milik seorang syekh. Sambil bekerja, dia terus memperdalam ilmu agam islam dengan tekun.
Setelah setahun berada di Mekkah, Hamid bertemu dengan Saleh, seorang teman kampungnya yang akan melaksanakan ibadah Haji. Ketika itu Saleh menjadi tamu di penginapan tempat Hamid bekerja. Istri Saleh, Rosna adalah teman dekat Zaenab sehingga Hamid dapat mendengar kabar tentang Zaenab. Dari penuturan Saleh, dia mengatahui bahwa Zaenab pun mencintai dirinya. Sejak kepergiannya, gadis itu sering sakit-sakitan. Ia sangat menderita batin karena ia menanggung rindu kepadanya. Ia juga mengetahui bahwa gadis itu tidak jadi menikah dengan pemuda pilihan ibunya karena suatu alasan.
Mendengar penuturan Saleh, Hamid merasa sedih dan gembira. Dia sedih sebab Zaenab dalam keadaan menderita batin. Di lain pihak; ia gembira sebab gadis itu mencintai dirinya. Artinya, dia tidak bertepuk sebelah tangan. Selain itu, Zaenab akan menjadi miliknya karena gadis itu tidak jadi menikah dengan pemuda pilihan mamaknya. Setelah mengetahui kenyataan yang menggembirakan itu, Hamid memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya setelah ia menunaikan ibadah haji.
Sementara itu, Saleh mengirim surat kepada istrinya yang isinya mengabarkan pertemuannya dengan Hamid. Ia menceritakan bahwa Hamid masih menantikan Zaenab, dan ia pun memberitahukan bahwa hamid akan pulang ke kampung halamannya bila mereka telah menunaikan ibadah haji.
Rosna memberikan surat dari Saleh kepada Zaenab. Ketika membaca surat itu, betapa gembiranya hati Zaenab. Ia tidak pernah menyangka akan bertemu kembali dengan kekasih hatinya. Ia merasa tak sabar lagi menanti kedatangan kekasih hatinya. Segala kenangan indah bersama pemuda itu kembali menari-nari dalam pikirannya. Semua perasaannya itu ia ungkapkan melalui suratnya kepada Hamid.
Hamid menerima surat Zaenab dengan suka cita. Semangatnya untuk segera kembali ke kampung semakin mengegebu-gebu. Dia sangat merindukan kekasihnya. Itulah sebabnya, dia memaksakan diri untuk menunaikan ibadah haji sekalipun dalam keadaan sakit. Dia menjalankan setiap tahap yang wajib dilaksanakan untuk kesucian dan kemurnian ibadah haji dengan penuh semangat. Dalam keadaan sakit parah, ia tetap melaksanakan wukuf. Namun sepulang melakukan wukuf di Padang Arafah, kondisi tubuhnya semakin melemah.
Pada saat yang sama, Saleh mendapat kabar buruk dari istrinya bahwa Zaenab telah meninggal dunia. Ia tidak memberitahukan kepada hamid karena keadaan pemuda itu sangat sakit parah. Namun, Hamid mendesaknya untuk menceritakan surat tersebut.
Hati Hamid sangat terpukul mendengar kenyataan itu. Namun karena keimanannya kuat, dia mampu menerima kenyataan pahit itu dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Keesokan harinya, dia tetap memaksakan diri untuk berangkat ke Mina. Namun, dalam perjalanannya, dia terjatuh, sehingga Saleh mengupah orang Baduy untuk memapahnya.
Setelah acara di Mina, keduanya berangkat menuju Masjidil Haram. Ketika mereka selesai mengelilingi Ka’bah, Hamid minta diberhentikan di Kiswah. Sambil memegang Kiswah itu , ia mengucapkan.” Ya, Rabbi, ya Tuhanku Yang Maha Pengasih dan Penyayang” beberapa kali. Suaranya semakin melemah dan akhirnya berhenti selama-lamanya. Hamid telah meninggal dunia di hadapan Ka’bah, rumah Allah, dan ia akan menuju kesana.
ANALISIS INTRINSIK
1. Tema
Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka ini betemakan percintaan, seperti kebanyakan novel populer lainnya.
1. Tokoh-tokoh :
Hamid : Pemuda yang berbudi luhur dan taat beragama. Ia adalah seorang anak yatim dari sebuah keluarga miskin. Ia diangkat anak oleh Haji Jafar.
Haji Jafar : Seorang saudagar kaya raya yang berhati mulia.
Asiah : Istri Haji Jafar. Ia sangat berbudi luhur.
Zaenab : Anak gadis Haji Jafar. Ia adalah gadis yang berhati mulia, taat kepada kedua orang tuanya, dan selalu menjalankan perintah agama.
Rosna : Teman sepermainan dan sahabat kental Zaenab. Dia juga berbudi luhur dan taat kepada ajaran agama.
Saleh : Sahabat karib Hamid yang berbudi luhur dan taat beragama. Dialah suami Rosna.
1. Latar/setting
Judul Buku : Di Bawah Lindungan Ka’bah
Penulis : Prof. DR. (Buya) Hamka
Penerbit : PT. Bulan Bintang
Tahun Terbit : Jumadil Awal 1423/Juli 2002
Cetakan Ke : 28
Tebal Buku : 80 halaman
Kategori : Novel Sastra
2. Biografi Penulis
Haji Abdul Malik Karim Amrulloh, atau lebih kita kenal dengan julukan Buya HAMKA atau HAMKA (yang merupakan singkatan namanya), lahir pada tahun 1908, di desa kampong molek, Meninjau, Sumatra Barat dan meninggal di Jakarta pada tanggal 24 juli 1981. Beliau adalah sastrawan Indonesia sekaligus ulama dan aktivis politik.
Di bawah lindungan ka’bah merupakan novel/buku karangan beliau yang ke 13 (1936), yang diterbitkan oleh PT. Bulan Bintang dengan ketebalan buku yaitu 80 halaman.
Sinopsis
Hamid adalah seorang anak yatim yang miskin. Dia diangkat anak oleh keluarga Haji Jafar yang kaya raya. Perhatian Haji Jafar dan istrinya, Aisah, terhadap pemuda itu sangat baik. Mereka menganggap Hamid seperti anak mereka sendiri. Mereka sangat menyayanginya sebab pemuda itu sangat rajin, sopan, berbudi luhur, dan taat beragama. Mereka juga menyekolahkan Hamid di sekolah rendah bersama-sama anak kandung mereka, Zaenab
Hamid telah menganggap Zaenab sebagai adik kandungnya sendiri. Ia sangat menyayangi gadis itu dan selalu berusaha melindunginya. Begitu pula halnya dengan Zaenab. Ia pun menganggap Hamid seperti kakak kandungnya. Ia banyak menggunakan waktunya untuk bersama-sama dengan Hamid. Karena bersekolah ditempat yang sama, keduanya sering pergi dan bermain bersama. Ketika mereka beranjak remaja, dalam hati mereka mulai tumbuh perasaan lain, suatu perasaan yang belum mereka rasakan sebelumnya. Hamid merasa bahwa rasa sayang terhadap Zaenab bukan lagi perasaan sayang kepada adiknya. Demikian pula halnya dengan Zaenab.
Setelah tamat dari sekolah rendah, Hamid melanjutkan sekolah ke Padang Panjang, sedangkan Zaenab tidak melanjutkan sekolahnya. Pada masa tersebut, wanita yang telah menamatkan sekolah rendah tidak boleh meneruskan sekolahnya. Mereka dipingit oleh orang tuanya untuk kemudian dinikahkan dengan pilihan orang tuanya. Demikian dengan Zaenab, ia pun dipingit oleh kedua orang tuanya. Maka, dengan berat hati, Hamid meninggalkan gadis itu.
Selama di Padang Panjang, pemuda itu semakin menyadari perasaan cintanya terhadap Zaenab. Perasaan rindu hendak bertemu dengan gadis itu semakin hari semakin menyiksa dirinya. Ia ingin selalu berada didekatnya. Namun, ia tidak berani mengutarakan perasaan hatinya. Ia menyadari adanya jurang pemisah yang sangat dalam diantara mereka. Zaenab berasal dari keluarga berada dan terpandang, sedangkan dia hanya berasal dati keluarga miskin. Itulah sebabnya, rasa cinta yang bergelora terhadap Zaenab hanya dipendam saja.
Hamid benar-benar harus menguburkan perasaan cintanya kepada Zaenab ketika Haji Jafar, ayah Zaenab yang sekaligus ayah angkatnya, meninggal dunia. Tidak lama kemudian , ibu kandungnya pun meninggal dunia. betapa pilu hatinya ditinggalkan oleh kedua orang yang sangat dicintainya. Kini dia merasa hidup sebatang kara. Ia merasa tidak lebih sebagai pemuda yatim piatu yang miskin. Sejak kematian ayah angkatnya, Hamid tidak dapat menemui Zaenab lagi karena gadis itu telah dipingit ketat oleh mamaknya.
Hati Hamid semakin hancur ketika ia mengetahui bahwa mamaknya, Asiah, akan menjodohkan Zaenab dengan seorang pemuda yang memiliki hubungan kekerabatan dengan almarhum ayah angkatnya. Bahkan, Mak Asiah menyuruh Hamid untuk membujuk Zaenab agar gadis itu menerima pemuda pilihan ibunya sebagai calon suaminya. Betapa hancur hati Hamid menerima kenyataan itu. Cinta kasihnya kepada gadis pujaan hatinya tidak akan pernah tercapai.
Dengan berat hati, Hamid menuruti kehendak Mak Asiah. Dia menemui Zaenab dan membujuk gadis itu agar menerima pemuda pilihan mamaknya. Menerima kenyataan tersebut, hati Zaenab menjadi sangat sedih. Dalam hatinya, ia ingin menolak kehenadak mamaknya, namun ia tidak mampu melakukakanya. Maka, dengan sangat terpaksa,ia menerima pemuda pilihan orang tuanya.
Setelah kajadian itu, Hamid memutuskan untuk pergi meninggalkan kampung halamannya. Ia tidak sanggup menanggung beban yang begitu berat. Itulah sebabnya, dia meninggalkan Zaenab dan pergi ke Medan. Sesampainya di Medan, dia menulis surat kepada Zaenab. Dalam suratnya, dia mencurahkan isi hatinya kepada gadis itu. Dari Medan, Hamid melanjutkan perjalanan menuju Singapura. kemudian , dia pergi ke tanah suci Mekkah.
Betapa sedih dan hancurnya hati Zaenab ketika ia menerima surat dari Hamid. Gadis itu merasa tersiksa karena ia pun mencintai Hamid. Ia sangat merindukan pemuda itu. Namun, ia harus melupakan cintanya karena mamaknya telah menjodohkan dirinya dengan pemuda lain. Karena selalu dirundung kesedihan, Zaenab menjadi sering sakit-sakitan dan ia kehilangan semangat hidupnya.
Sementara itu, Hamid pun selalu dirundung kegelisahan karena menahan beban rindunya pada Zaenab. Untuk menghapus kerinduannya, dia bekerja pada sebuah penginapan milik seorang syekh. Sambil bekerja, dia terus memperdalam ilmu agam islam dengan tekun.
Setelah setahun berada di Mekkah, Hamid bertemu dengan Saleh, seorang teman kampungnya yang akan melaksanakan ibadah Haji. Ketika itu Saleh menjadi tamu di penginapan tempat Hamid bekerja. Istri Saleh, Rosna adalah teman dekat Zaenab sehingga Hamid dapat mendengar kabar tentang Zaenab. Dari penuturan Saleh, dia mengatahui bahwa Zaenab pun mencintai dirinya. Sejak kepergiannya, gadis itu sering sakit-sakitan. Ia sangat menderita batin karena ia menanggung rindu kepadanya. Ia juga mengetahui bahwa gadis itu tidak jadi menikah dengan pemuda pilihan ibunya karena suatu alasan.
Mendengar penuturan Saleh, Hamid merasa sedih dan gembira. Dia sedih sebab Zaenab dalam keadaan menderita batin. Di lain pihak; ia gembira sebab gadis itu mencintai dirinya. Artinya, dia tidak bertepuk sebelah tangan. Selain itu, Zaenab akan menjadi miliknya karena gadis itu tidak jadi menikah dengan pemuda pilihan mamaknya. Setelah mengetahui kenyataan yang menggembirakan itu, Hamid memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya setelah ia menunaikan ibadah haji.
Sementara itu, Saleh mengirim surat kepada istrinya yang isinya mengabarkan pertemuannya dengan Hamid. Ia menceritakan bahwa Hamid masih menantikan Zaenab, dan ia pun memberitahukan bahwa hamid akan pulang ke kampung halamannya bila mereka telah menunaikan ibadah haji.
Rosna memberikan surat dari Saleh kepada Zaenab. Ketika membaca surat itu, betapa gembiranya hati Zaenab. Ia tidak pernah menyangka akan bertemu kembali dengan kekasih hatinya. Ia merasa tak sabar lagi menanti kedatangan kekasih hatinya. Segala kenangan indah bersama pemuda itu kembali menari-nari dalam pikirannya. Semua perasaannya itu ia ungkapkan melalui suratnya kepada Hamid.
Hamid menerima surat Zaenab dengan suka cita. Semangatnya untuk segera kembali ke kampung semakin mengegebu-gebu. Dia sangat merindukan kekasihnya. Itulah sebabnya, dia memaksakan diri untuk menunaikan ibadah haji sekalipun dalam keadaan sakit. Dia menjalankan setiap tahap yang wajib dilaksanakan untuk kesucian dan kemurnian ibadah haji dengan penuh semangat. Dalam keadaan sakit parah, ia tetap melaksanakan wukuf. Namun sepulang melakukan wukuf di Padang Arafah, kondisi tubuhnya semakin melemah.
Pada saat yang sama, Saleh mendapat kabar buruk dari istrinya bahwa Zaenab telah meninggal dunia. Ia tidak memberitahukan kepada hamid karena keadaan pemuda itu sangat sakit parah. Namun, Hamid mendesaknya untuk menceritakan surat tersebut.
Hati Hamid sangat terpukul mendengar kenyataan itu. Namun karena keimanannya kuat, dia mampu menerima kenyataan pahit itu dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Keesokan harinya, dia tetap memaksakan diri untuk berangkat ke Mina. Namun, dalam perjalanannya, dia terjatuh, sehingga Saleh mengupah orang Baduy untuk memapahnya.
Setelah acara di Mina, keduanya berangkat menuju Masjidil Haram. Ketika mereka selesai mengelilingi Ka’bah, Hamid minta diberhentikan di Kiswah. Sambil memegang Kiswah itu , ia mengucapkan.” Ya, Rabbi, ya Tuhanku Yang Maha Pengasih dan Penyayang” beberapa kali. Suaranya semakin melemah dan akhirnya berhenti selama-lamanya. Hamid telah meninggal dunia di hadapan Ka’bah, rumah Allah, dan ia akan menuju kesana.
ANALISIS INTRINSIK
1. Tema
Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka ini betemakan percintaan, seperti kebanyakan novel populer lainnya.
1. Tokoh-tokoh :
Hamid : Pemuda yang berbudi luhur dan taat beragama. Ia adalah seorang anak yatim dari sebuah keluarga miskin. Ia diangkat anak oleh Haji Jafar.
Haji Jafar : Seorang saudagar kaya raya yang berhati mulia.
Asiah : Istri Haji Jafar. Ia sangat berbudi luhur.
Zaenab : Anak gadis Haji Jafar. Ia adalah gadis yang berhati mulia, taat kepada kedua orang tuanya, dan selalu menjalankan perintah agama.
Rosna : Teman sepermainan dan sahabat kental Zaenab. Dia juga berbudi luhur dan taat kepada ajaran agama.
Saleh : Sahabat karib Hamid yang berbudi luhur dan taat beragama. Dialah suami Rosna.
1. Latar/setting
- · Mekkah (1927)
- · Padang (masa anak-anak sampai remaja)
- · Padang Panjang
- · Madinah
1. Amanat
Pesan yang ingin disampaikan penulis dalam novel ini yaitu segala sesuatu membutuhkan pengorbanan. Kita sebagai manusia boleh berencana, berharap dan berusaha semaksimal mungkin, namun Allah jugalah yang menentukan semua itu.
1. Alur
Alur yang digunakan dalam novel ini yaitu alur maju dan mundur.
1. Sudut pandang
Dalam menulis novel ini, penulis menggunakan sudut pandang orang pertama dan orang ketiga.
1. Gaya penulisan
Dalam menulis novel Di Bawah Lindungan Ka’bah, Hamka menggunakan bahasa melayu.
4. Komentar (Kelebihan & Kekurangan)
- Kelebihan dari Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah : Terletak pada alurnya yang dapat membawa pembaca merasakan apa yang dirasakan Hamid dan Zainab. Cerita yang di sajikan menarik , jelas dan dapat dipahami oleh semua kalangan. Ketika novel ini dibuat dalam bentuk film pun laris manis dipasaran.
- Kekurangan dari Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah : Terletak pada bahasa yang digunakan. Karena bahasa yang digunakan yaitu antara bahasa minang-indonesia dan bahasa melayu jadi sulit dimengerti.
3. Kesimpulan
Amanah yang dapat kita ambil sangat banyak, misalnya harus mempunyai kesabaran dalam menghadapi persoalan hidup, mentaati kedua orang tua, tidak lebih cepat putus asa, dan masih banyak lagi ilmu yang terkandung di dalamnya.
Novel ini layak dibaca oleh kalangan anak remaja maupun dewasa, bahkan orang tua sekalipun, dikarenakan ceritanya menarik, menceritakan tentang romantisme dan kesabaran tingkat tinggi yang dapat membuat kita untuk menitikkan air mata.
RESENSI
DIBAWAH LINDUNGAN KA’BAH
DIBAWAH LINDUNGAN KA’BAH
| Source image: http://ftrdyni.files.wordpress.com/2012/02/kabah.jpg |
Flatland: A Romance of Many Dimensions is an 1884 satirical novella by the English schoolmaster Edwin A Abbott. Writing pseudonymously as "A Square", Abbott used the fictional two-dimensional world of Flatland to offer pointed observations on the social hierarchy of Victorian culture. However, the novella's more enduring contribution is its examination of dimensions; in a foreword to one of the many publications of the novella, noted science writer Isaac Asimov described Flatland as ""The best introduction one can find into the manner of perceiving dimensions." As such, the novella is still popular among mathematics, physics, and computer science students.
Several films have been made from the story, including a feature film in 2007 called Flatland. Other efforts have been short or experimental films, including one narrated by Dudley Moore and a short film with Martin Sheen titled Flatland: The Movie.
How are you all,now i'm shared a harry potter e-book edition. i hope your will enjoy my shared.
Rowling, J.K. - Harry Potter 01 - Harry Potter and the Sorcerer's Stone
Rowling, J.K. - Harry Potter 02 - Harry Potter and the Chamber of Secrets
Rowling, J.K. - Harry Potter 03 - Harry Potter and the Prisoner of Azkaban
Rowling, J.K. - Harry Potter 04 - Harry Potter and the Goblet Of Fire
Rowling, J.K. - Harry Potter 05 - Harry Potter and the Order of the Phoenix
Rowling, J.K. - Harry Potter 06 - Harry Potter and the Half-Blood Prince
Rowling, J.K. - Harry Potter 07 - Harry Potter and the Deathly Hallows
Extract All collection ebook withWinrar or other App.
Password : revolusi
How to read :
- Extracr file with winrar
- Read Ebook with kindle pc (recomanded) or other .mob file viewer
Sound reasoning is the basis of winning at argument. Logical fallacies undermine arguments. They are a source of enduring fascination, and have been studied for at least two-and-a-half millennia. Knowledge of them is useful, both to avoid those used inadvertently by others and even to use a few with intent to deceive. The fascination and the usefulness which they impart, however, should not be allowed to conceal the pleasure which identifying them can give.
I take a very broad view of fallacies. Any trick of logic or lan-guage which allows a statement or a claim to be passed off as something it is not has an admission card to the enclosure reserved for fallacies. Very often it is the case that what appears to be a supporting argument for a particular contention does not support it at all. Sometimes it might be a deduction drawn from evidence which does not sustain it.
"Open Link in new tab to download"
View and Download
View and Download
I would like to thank Jennifer Enderlin, my editor at St. Martin's. She is an exceptional talent whose ability is
matched only by her boundless passion for her work. And to those who have worked tirelessly, my warmest
thanks to the publicity, marketing, advertising, and sales departments at St. Martin's for their intense efforts and commitment: Alison Lazarus, John Cunningham, Steve Kasdin, John Murphy, Jamie Brickhouse, Mike Storrings, Janet Wagner, Mark Kohut, and James Wehrle, and to the entire Broadway Sales Department for their continued ef-forts on behalf of this book. A special thanks to St. Martin's publisher, Sally Richardson, for her vast enthusiasm and belief in this project.









