Belajar Ekonomi Politik
1. Produksi kekayaan material adalah dasar kehidupan (eksistensi) masyarakat.
Masalah yang sudah berabad-abad menyibukan fikiran manusia adalah tentang, Apa yang menentukan sifat dari suatu system masyarakat?, Bagaimana manusia berkembang?, Apakah rakyat yang sudah turun temurun hidup melarat dan sengsara dapat memperbaiki nasibnya?, Apakah kebebasan dan kemakmuran dapat dicapai oleh semua manusia ataukah hanya untuk segolongan kecil orang saja?, Apakah miskin dan kaya itu takdir?, atau Apakah dapat kemiskinan dilenyapkan?.
Abad demi abad berlalu, sudah banyak pemikir-pemikir yang mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, namun bersamaan dengan itu bermacam-macam teori dan konsepsi terbantah sama sekali, bukan saja disebabkan oleh kritik dari pemikir yang lain tetapi juga oleh kritik waktu, oleh seluruh perkembangan sejarah itu sendiri.
Memang jalan untuk mencapai pengetahuan manusia mengenai sebab-sebab perkembangan sejarah masyarakat sangat sulit dan berliku-liku, karena berbeda dengan kejadian-kejadian dalam alam, peristiwa-peristiwa yang dialami masyarakat lebih sulit diobservasi dan dianalisa. Kekuatan-kekuatan dalam alam bersifat spontan dan tidak berkenaan dengan seseorang sedangkan dalam masyarkat kita menghadapi beraneka ragam orang yang memiliki motif-motif tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, namun untuk menyelidiki manusia tidaklah cukup hanya dengan menyelidiki motif seseorang saja ketika bertindak dalam mencapai tujuan tertentu karena hal ini tidak akan membawa kita kepada pengertian sesungguhnya tentang perkembangan masyarakat, tetapi lebih jauh dari itu kita juga harus bertanya motif tersebut dipunyai seseorang dan sementara orang lain memiliki motif yang berbeda?, lagi pula tindakan orang-orang yang memiliki motif yang berbeda-beda tersebut akan saling berbentrokan satu sama lain sehingga menimbulkan peristiwa sejarah namun hasil dari peristiwa sejarah tersebut ternyata bisa berbeda dari apa yang dikehendaki atau dituju oleh orang-orang tertentu. Misalnya banyak orang yang ikut dalam perebutan kemerdekaan Indonesia berfikir bahwa dengan lenyapnya penjajahan maka akan tercipta suatu masyarakat yang adil dan makmur, namun kenyataannya hingga kini masyarakat tersebut belum tercapai bahkan tidak jarang orang yang kehidupannya menjadi bertambah buruk.
Uraian diatas menunjukan bahwa dalam masyarakat terdapat suatu kontradiksi yaitu kontradiksi antara kegiatan subyektif yang dengan sadar dari seseorang disatu fihak dengan perkembangan obyektif yang spontan dari masyarakat sebagai keseluruhan dilain fihak, kontradiksi disini menjadi sangat penting dipahami karena kedangkalan kita dalam memahami kontradiksi ini menyebabkan kita akan beranggapan bahwa sejarah hanya sebagai kumpulan kejadian yang bersifat kebetulan belaka atau sebagian yang lain akan menganggap sejarah sebagai suatu keharusan tetapi tidak memahami apa yang menentukan suatu keharusan itu, menjadi penganut fatalisme, menyerah pada takdir yang telah digariskan pada manusia. Artinya ini menujukan bahwa perkembangan masyarakat tidak timbul dari kekuatan dari luar masyarakat itu sendiri melainkan dari dalam masyarakat, yaitu bahwa manusia adalah pembuat sejarah mereka sendiri namun disisi lain manusia tidak dengan seenaknya saja membuat sejarah seenaknya tetapi atas dasar syarat-syarat materiil obyektif yang yang mereka warisi dari abad-abad sebelumnya.
Dan syarat-syarat materiil yang paling menentukan adalah produksi kekayaan materiil yang diperlukan bagi kehidupan manusia sudah tentu faktor geografi, kepadatan penduduk, iklim dll juga menentukan, namun dapat saja perkembangan suatu masyarakat akan berbeda meskipun keadaan geografi, iklim maupun kepadatan penduduknya sama. Jadi kegiatan bekerja manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya merupakan factor yang primer bagi kelangsungan hidup setiap masyarakat. Orang tidak mungkin berpolitik, berkesenian, berilmu dll kalau belum makan, berpakaian dan memiliki tempat berteduh.
2. Tenaga-tenaga produktif dan hubungan-hubungan produksi masyarakat.
Proses produksi kekayaaan materiil dalam masyarakat berpangkal pada tiga factor yaitu :
Masalah yang sudah berabad-abad menyibukan fikiran manusia adalah tentang, Apa yang menentukan sifat dari suatu system masyarakat?, Bagaimana manusia berkembang?, Apakah rakyat yang sudah turun temurun hidup melarat dan sengsara dapat memperbaiki nasibnya?, Apakah kebebasan dan kemakmuran dapat dicapai oleh semua manusia ataukah hanya untuk segolongan kecil orang saja?, Apakah miskin dan kaya itu takdir?, atau Apakah dapat kemiskinan dilenyapkan?.
Abad demi abad berlalu, sudah banyak pemikir-pemikir yang mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, namun bersamaan dengan itu bermacam-macam teori dan konsepsi terbantah sama sekali, bukan saja disebabkan oleh kritik dari pemikir yang lain tetapi juga oleh kritik waktu, oleh seluruh perkembangan sejarah itu sendiri.
Memang jalan untuk mencapai pengetahuan manusia mengenai sebab-sebab perkembangan sejarah masyarakat sangat sulit dan berliku-liku, karena berbeda dengan kejadian-kejadian dalam alam, peristiwa-peristiwa yang dialami masyarakat lebih sulit diobservasi dan dianalisa. Kekuatan-kekuatan dalam alam bersifat spontan dan tidak berkenaan dengan seseorang sedangkan dalam masyarkat kita menghadapi beraneka ragam orang yang memiliki motif-motif tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, namun untuk menyelidiki manusia tidaklah cukup hanya dengan menyelidiki motif seseorang saja ketika bertindak dalam mencapai tujuan tertentu karena hal ini tidak akan membawa kita kepada pengertian sesungguhnya tentang perkembangan masyarakat, tetapi lebih jauh dari itu kita juga harus bertanya motif tersebut dipunyai seseorang dan sementara orang lain memiliki motif yang berbeda?, lagi pula tindakan orang-orang yang memiliki motif yang berbeda-beda tersebut akan saling berbentrokan satu sama lain sehingga menimbulkan peristiwa sejarah namun hasil dari peristiwa sejarah tersebut ternyata bisa berbeda dari apa yang dikehendaki atau dituju oleh orang-orang tertentu. Misalnya banyak orang yang ikut dalam perebutan kemerdekaan Indonesia berfikir bahwa dengan lenyapnya penjajahan maka akan tercipta suatu masyarakat yang adil dan makmur, namun kenyataannya hingga kini masyarakat tersebut belum tercapai bahkan tidak jarang orang yang kehidupannya menjadi bertambah buruk.
Uraian diatas menunjukan bahwa dalam masyarakat terdapat suatu kontradiksi yaitu kontradiksi antara kegiatan subyektif yang dengan sadar dari seseorang disatu fihak dengan perkembangan obyektif yang spontan dari masyarakat sebagai keseluruhan dilain fihak, kontradiksi disini menjadi sangat penting dipahami karena kedangkalan kita dalam memahami kontradiksi ini menyebabkan kita akan beranggapan bahwa sejarah hanya sebagai kumpulan kejadian yang bersifat kebetulan belaka atau sebagian yang lain akan menganggap sejarah sebagai suatu keharusan tetapi tidak memahami apa yang menentukan suatu keharusan itu, menjadi penganut fatalisme, menyerah pada takdir yang telah digariskan pada manusia. Artinya ini menujukan bahwa perkembangan masyarakat tidak timbul dari kekuatan dari luar masyarakat itu sendiri melainkan dari dalam masyarakat, yaitu bahwa manusia adalah pembuat sejarah mereka sendiri namun disisi lain manusia tidak dengan seenaknya saja membuat sejarah seenaknya tetapi atas dasar syarat-syarat materiil obyektif yang yang mereka warisi dari abad-abad sebelumnya.
Dan syarat-syarat materiil yang paling menentukan adalah produksi kekayaan materiil yang diperlukan bagi kehidupan manusia sudah tentu faktor geografi, kepadatan penduduk, iklim dll juga menentukan, namun dapat saja perkembangan suatu masyarakat akan berbeda meskipun keadaan geografi, iklim maupun kepadatan penduduknya sama. Jadi kegiatan bekerja manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya merupakan factor yang primer bagi kelangsungan hidup setiap masyarakat. Orang tidak mungkin berpolitik, berkesenian, berilmu dll kalau belum makan, berpakaian dan memiliki tempat berteduh.
2. Tenaga-tenaga produktif dan hubungan-hubungan produksi masyarakat.
Proses produksi kekayaaan materiil dalam masyarakat berpangkal pada tiga factor yaitu :
- Kerja manusia
- sasaran kerja
- alat-alat kerja
Kerja adalah kegiatan manusia yang dilakukan dengan sengaja untuk mengubah dan menyesuaikan benda-benda yang ada dialam agar dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kerja adalah keharusan bagi kehidupan manusia tanpa kerja tidak akan ada kehidupan manusia, kerja ini pulalah yang membedakan manusia dengan binatang, binatang secara pasif harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya namun manusia dengan perkakas yang dibuatnya dapat mempengaruhi serta mengubah alam sekelilingnya agar sesuai dengan kebutuhannya serta memmenuhi bahan-bahan yang dibutuhkannya.
Sasaran kerja (obyek kerja) adalah apa saja yang dikenakan kerja manusia baik yang diambil langsung dari alam misalnya besi, kayu dll, maupun sasaran kerja yang sudah dikenakan kerja misalnya bahan baku seperti kapas dalam pabrik pengolahan benang dll dinamakan bahan mentah/bahan baku.
Alat-alat kerja adalah segala benda yang dipergunakan manusia sebagai perkakas untuk mengenakan kerjanya pada sasaran kerja dan mengubahnya, dalam hal ini termasuk pertama perkakas-perkakas produksi, selanjutnya juga tanah, bangunan, perusahaan, jalan dst. Perkakas produksi memegang peranan menentukan diantara alat-alat kerja, ini meliputi bermacam-macam perkakas yang digunakan manusia dalam kerja, mulai dari perkakas batu yang kasar dari manusia primitif hingga mesin-mesin modern. Berbagai sejarah tingkat perkembangan manusia bukan dilihat dari barang apa yang dihasilkan tetapai bagaimana, dengan perkakas produkasi apa barang-barang tersebut dihasilkan/diproduksi.
Sasaran kerja dan alat-alat kerja merupakan alat-alat produksi, alat-alat produksi itu sendiri bila tidak disatukan dengan tenaga kerja menjadi setumpukan barang mati, dan sebaliknya untuk memulai proses kerja tenaga kerja mesti menyatukan diri dengan perkakas produksi,
Tenaga kerja adalah kecakapan manusia bekerja yaitu keseluruhan kekuatan jasmani dan rohani manusia dengan mana manuia itu dapat memproduksi barang-barang materiil.
Penggabungan antara alat-alat produksi dan manusia dengan kecakapan tertentu (Tenaga kerja) menggerakan alat-alat ini untuk memprouksi barang-barang materiil dan rakyat pekerja disebut tenaga produktif masyarakat.
Tenaga produktif mencerminkan hubungan manusia terhadap benda-benda dan kekuatan-kekuatan alam yang digunakan untuk memproduksi kekayaan materiil. Namun dalam produksi manusia tidak hanya mempengaruhi alam melainkan juga mempengaruhi sesama manusia, mereka hanya berproduksi dengan berkerja sama dengan cara tertentu dan saling menukarkan kegiatan mereka. Untuk berproduksi mereka memasuki pertalian timbal balik dan perhubungan tertentu, dan hanya dalam pertalian dan perhubungan kemasyarakatan tersebut proses mempengaruhi alam dilakukan. Pertalian dan perhubungan dan hanya dalam pertalian dan perhubungan kemasyarakatan inilah proses mempengaruhi alam dilakukan (dilakukanlah proses produksi). Pertalian dan perhubungan tertentu antara manusia dan proses produksi kekayaan materiil dinamakan Hubungan produksi. Yang meliputi bentuk-bentuk hak milik atas alat-alat produksi, kedudukan klas-klas, golongan-golongan masyarakat dalam produksi dan hubungan timbal balik antara mereka, bentuk-bentuk distribusi dari hasil-hasil produksi.
Watak dari hubungan-hubungan produksi ditentukan pertama-tama oleh soal milik siapakah alat-alat produksi (tanah, hutan, perairan dll), milik orang perorang, golongan-golongan masyarakat atau kelas-kelas yang mempergunakan alat produksi tersebut untuk menghisap rakyat pekerja ataukah milik masyarakat yang bertujuan memenuhi kebutuhan-kebutuhan materiil dan kulturiil dari massa rakyat.
Tenaga-tenaga produktif dan hubungan-hubungan produksi menyatakan dua segi dalam produksi, yaitu segi teknik dan segi kemasyarakatan dari produksi, ilmu ekonomi politik mempelajari segi kemasyarakatan dari produksi yaitu mempelajari hubungan-hubungan produksi dalam pengaruhnya yang timbal balik dengan tenaga produktif. Tenaga produktif dan hubungan-hubungan produksi sebagai satu kesatuan merupakan cara produksi.
Tenaga-tenaga produktif adalah unsur yang paling mobil dan revolusioner dalam produksi, perkembangan produksi mulai dengan perubahan-perubahan dalam tenaga produktif, pertama-tama dengan perubahan dan perkembangan perkakas produksi dan kemudian perubahan-perubahan yang berkesesuaian terjadi juga dalam lapangan hubungan produksi dan sebaliknya hubungan produksi antar manusia mempengaruhi tenaga-tenaga produktif secara aktif.
Tenaga-tenaga produktif masyarakat hanya dapat berkembang dengan tiada rintangan, apabila hubungan-hubungan produksi sesuai dengan tingkat perkembangan tenaga-tenaga produktif, apabila hubungan produksi sudah tidak lagi mampu membingkai tingkat perkembangan dari tenaga-tenaga produktif sehingga terjadi benturan antara hubungan produksi lama dengan hubungan produksi yang baru maka akan terjadi pertentangan. Pertentangan inilah yang menjadi dasar ekonomi bagi revolusi sosial dalam masyarakat berkelas yang mendasarkan penghisapan manusia atas manusia, dalam masyarakat seperti ini bentrokan-bentrokan antara tenaga produktif dengan hubungan produksi dinyatakan dalam perjuangan kelas. Tujuan revolusi adalah menghapuskan pertentangan antara tenaga produktif yang baru dengan hubungan produksi yang lama dan membentuk hubungan produksi yang baru yang sesuai dengan tingkat perkembangan tenaga-tenaga produktif yang sudah dicapai. Dengan jalan revolusi sosial ini masyarakat maju ketingkat perkembangan yang lebih tinggi maka orang sering menyebut revolusi sosial merupakan lokomotif sejarah yang menggerakan ke masyarakat yang lebih maju.
3. Hukum ekonomi umum perkembangan masyarakat.
Keobyektifan hukum ekonomi
Pemahaman tentang saling hubungan dan saling pengaruh antara tenaga-tenaga produktif dengan hubungan produksi memungkinkan kita mengerti secara tepat sebab-sebab yang melahirkan revolusi, tujuan-tujuan revolusi, jalan untuk menyelesaikan revolusi dll dengan demikian kita akan terhindar dari penafsiran subyektif dari tentang sebab-sebab revolusi, tentang musuh dan sahabat revolusi dan jalan penyelesaiannya.
Tercapainya persesuaian antara hubungan produksi yang baru dengan tingkat perkembangan tenaga produktif berarti bahwa masyarakat manusia telah mencapai tingkat perkembangan yang lebih maju. Oleh karena itu hukum ekonomi umum dari perkembangan masyarakat adalah persesuaian antara hubungan produksi dengan watak tenaga produktif. Hukum ini berlaku pada semua bentuk masyarakat, disamping ada hukum-hukum ekonomi yang khusus dalam sebuah bentuk masyarakat.
Hukum ekonomi adalah hakekat dari gejala dan proses-proses ekonomi, adalah hubungan yang yang bersifat keharusan dan tetap, yaitu hubungan sebab akibat yang terus berulang dan hubungan ketergatungan antara satu dengan yang lainnya yang terkandung dalam gejala dan proses tersebut, hukum tersebut adalah obyektif, yaitu hukum-hukum itu timbul atas dasar syarat-syarat ekonomi tertentu lepas dari kemauan manusia dan akan hilang kekuatannya dengan lenyapnya syarat-syarat ekonomi itu, manusia tidak dapat seenaknya menciptakan atau menghapuskan hukum-hukum ekonomi, manusia hanya bisa mengenali hukum-hukum ini dan menggunakannya untuk mengubah hubungan-hubungan ekonomi demi kepentingan masyarakat, tetapi dengan mempengaruhi ekonomi sesuai dengan hukum-hukum yang sudah dikenal dan kebutuhan-kebutuhan perkembangan ekonomi yang menantang, maka manusia mengambil bagian dalam melahirkan hubungan-hubungan ekonomi yang baru dengan hukum-hukum baru yang khas bagi hubungan-hubungan ekonomi itu, oleh sebab itu bertentangan dengan fatalisme pelajaran ekonomi politik ini mengajarkan kepada kita bahwa manusia memiliki daya terhadap kekuatan dan hukum-hukum yang berlaku dalam masyarakat.
Tercapainya persesuaian antara hubungan produksi yang baru dengan tingkat perkembangan tenaga produktif berarti bahwa masyarakat manusia telah mencapai tingkat perkembangan yang lebih maju. Oleh karena itu hukum ekonomi umum dari perkembangan masyarakat adalah persesuaian antara hubungan produksi dengan watak tenaga produktif. Hukum ini berlaku pada semua bentuk masyarakat, disamping ada hukum-hukum ekonomi yang khusus dalam sebuah bentuk masyarakat.
Hukum ekonomi adalah hakekat dari gejala dan proses-proses ekonomi, adalah hubungan yang yang bersifat keharusan dan tetap, yaitu hubungan sebab akibat yang terus berulang dan hubungan ketergatungan antara satu dengan yang lainnya yang terkandung dalam gejala dan proses tersebut, hukum tersebut adalah obyektif, yaitu hukum-hukum itu timbul atas dasar syarat-syarat ekonomi tertentu lepas dari kemauan manusia dan akan hilang kekuatannya dengan lenyapnya syarat-syarat ekonomi itu, manusia tidak dapat seenaknya menciptakan atau menghapuskan hukum-hukum ekonomi, manusia hanya bisa mengenali hukum-hukum ini dan menggunakannya untuk mengubah hubungan-hubungan ekonomi demi kepentingan masyarakat, tetapi dengan mempengaruhi ekonomi sesuai dengan hukum-hukum yang sudah dikenal dan kebutuhan-kebutuhan perkembangan ekonomi yang menantang, maka manusia mengambil bagian dalam melahirkan hubungan-hubungan ekonomi yang baru dengan hukum-hukum baru yang khas bagi hubungan-hubungan ekonomi itu, oleh sebab itu bertentangan dengan fatalisme pelajaran ekonomi politik ini mengajarkan kepada kita bahwa manusia memiliki daya terhadap kekuatan dan hukum-hukum yang berlaku dalam masyarakat.
4. Dasar (basis) dan bangunan atas
Tingkat perkembangan tenaga-tenaga produktif menentukan watak dari hubungan-hubungan produksi manusia, yaitu susunan-ekonomi masyarakat. Susunan ekonomi ini merupakan basis atau dasar yang mana dari basis ini diatasnya timbul berbagai macam hubungan-hubungan sosial, pandangan-pandangan dan lembaga-lembaga yang merupakan bangunan atas.
Teori tentang dasar dan bangunan atas menjelaskan bagaimana dalam menganalisa terakhir cara produksi menentukan segala aspek dari kehidupan sosial dan memperlihatkan pertalian antara hubungan-hubungan sosial dan ekonomi dengan semua hubungan lainnya dari masyarakat tertentu.
Teori tentang bangunan dasar dan bangunan atas ini sama sekali bukan semata hanya mempertimbangkan faktor ekonomi semata dan mengesampingkan peranan ide karena walaupun bangunan atas muncul diatas dasar yang tertentu, bangunan atas aktif mempengaruhi kembali dasar, mempercepat atau memperlambat perkembangannya. Dengan perubahan dalam dasar ekonomi berubah pula bangunan atasnya. Prinsipnya menurut faham materialisme unsur yang akhirnya menentukan dalam sejarah adalah produksi dan reproduksi kehidupan yang nyata, oleh sebab itu jika teori ini dikatakan hanya mempertimbangkan faktor ekonomi semata itu merupakan penguba-ubahan dalil manjadi kalimat tanpa arti.
Keadaan ekonomi adalah basis, tetapi berbagai unsur dari bangunan atas, bentuk poitik dari perjuangan kelas dan hasil-hasilnya yaitu: Konstitusi-konstitusi yang dibentuk oleh kelas yang menang setelah pertempuran yang sukses dsb, bentuk-bentuk yuridis dan bahkan pencerminan semua perjuangan yang nyata ini didalam otak para pesertanya. Teori-tepri politik, juridis, filsafat, pandangan keagamaan, dan perkembangannya lebih lanjut menjadi system dogma-dogma, juga melakukan pengaruhnya terhadap jalannya perjuangan-perjuangan historis dan dalam banyak kejadian lebih besar pengaruhnya dalam menentukan bentuknya pendeknya sekali suatu unsur historis dilahirkan oleh unsur yang lain, pada akhirnya oleh fakta-fakta ekonomi, maka unsur itu juga bertindak dan dapat bertindak terhadap keadaan sekelilingnya dan bahkan terhadap sebab-sebab yang melahirkannya.
Teori tentang dasar dan bangunan atas menjelaskan bagaimana dalam menganalisa terakhir cara produksi menentukan segala aspek dari kehidupan sosial dan memperlihatkan pertalian antara hubungan-hubungan sosial dan ekonomi dengan semua hubungan lainnya dari masyarakat tertentu.
Teori tentang bangunan dasar dan bangunan atas ini sama sekali bukan semata hanya mempertimbangkan faktor ekonomi semata dan mengesampingkan peranan ide karena walaupun bangunan atas muncul diatas dasar yang tertentu, bangunan atas aktif mempengaruhi kembali dasar, mempercepat atau memperlambat perkembangannya. Dengan perubahan dalam dasar ekonomi berubah pula bangunan atasnya. Prinsipnya menurut faham materialisme unsur yang akhirnya menentukan dalam sejarah adalah produksi dan reproduksi kehidupan yang nyata, oleh sebab itu jika teori ini dikatakan hanya mempertimbangkan faktor ekonomi semata itu merupakan penguba-ubahan dalil manjadi kalimat tanpa arti.
Keadaan ekonomi adalah basis, tetapi berbagai unsur dari bangunan atas, bentuk poitik dari perjuangan kelas dan hasil-hasilnya yaitu: Konstitusi-konstitusi yang dibentuk oleh kelas yang menang setelah pertempuran yang sukses dsb, bentuk-bentuk yuridis dan bahkan pencerminan semua perjuangan yang nyata ini didalam otak para pesertanya. Teori-tepri politik, juridis, filsafat, pandangan keagamaan, dan perkembangannya lebih lanjut menjadi system dogma-dogma, juga melakukan pengaruhnya terhadap jalannya perjuangan-perjuangan historis dan dalam banyak kejadian lebih besar pengaruhnya dalam menentukan bentuknya pendeknya sekali suatu unsur historis dilahirkan oleh unsur yang lain, pada akhirnya oleh fakta-fakta ekonomi, maka unsur itu juga bertindak dan dapat bertindak terhadap keadaan sekelilingnya dan bahkan terhadap sebab-sebab yang melahirkannya.
5. Watak obyektif dari ajaran ekonomi-politik
Teori ekonomi politik yang mengajarkan hukum-hukum ekonomi sepeti yang diterangkan diatas merupakan hukum yang obyektif dan sepenuhnya sama dengan hukum-hukum obyektif yang berlaku dalam alam, namun berbeda dengan hukum-hukum alam, hukum ekonomi berkenaan langsung terhadap kepentingan manusia, ada kelas yang diuntungkan dengan berlakunya hukum ekonomi tertentu adapula kelas atau golongan yang posisinya tidak diuntungfkan dalam hukum ekonomi yang sama, oleh sebab itu timbul reaksi yang berbeda-beda terhadap dari kelas atau golongan-golongan dalam masyarakat, mereka yang diuntungkan mennginginkan segera terlaksananya hukum ekonomi tersebut sedangkan mereka yang dirugikan berusaha sekuat-kuatnya melawan hukum itu, berusaha menutupinya dan memutar balikannya, sebagaimana yang terjadi dalam revolusi kemerdekaan di Indonesia, bahwa hukum obyektif bahwa penjajahan akan melahirkan perlawanan rakyat untuk menentang penjajahan dan menuntut kemerdekaan, disikapi secara berbeda oleh penjajah dengan memutar balikan fakta bahwa bangsa penjajah adalah bangsa yang superior, sebagai pelaksana tugas suci bangsa yang maju untuk membimbing bangsa yang lemah untuk mencapai kemajuannya dll, disisi lain sebagai bangsa yang terjajah hukum obyektif tentang kemerdekaan bagi bangsa Indonesia harus segera terlaksana, pendeknya kepentingan yang bertentangan dalam hukum obyektif membuat kelas yang diuntungkan menjadi buta terhadap hukum itu, oleh sebab itu suatu ilmu sosial, termasuk ilmu ekonomi dan politik dapat bersifat sungguh-sungguh ilmiah, tidak berdiri diatas golongan atau kelas tertentu namun secara teguh memihak pendirian kelas yang maju, kelas yang kepentingannya sesungguhnya sesuai dengan hukum perkembangan sejarah.
6. Tingkat-tingkat perkembangan masyarakat
Menurut kenyataan sejarah masyarakat manusia, maka dapat kita simpulkan bahwa masyarakat manusia telah mengalami berbagai tingkat perkembangannya. Kita dapat membedakannya dalam lima macam cara produksi yang mewakili lima tipe pokok susunan atau sistem masyarakat, di setiap negeri perwujudan lima sistem masyarakat ini sudah tentu memiliki kekhususan-kekhususan tersendiri, tetapi kelima sistem masyarakat ini mempunyi sifat-sifat dasar yang khas, kelima s mengenal logam dan belajar membuat perkakas dari logam, zaman mulai beralih dari zaman batu kezaman logam, maka dicapai kemajuan-kemajuan:
Kehidupan yang tadinya hanya berburu beralih menjadi kehidupan pemeliharaan / peternakan dan bercocok tanam
Kehidupan yang tadinya hanya berburu beralih menjadi kehidupan pemeliharaan / peternakan dan bercocok tanam
- Mulai ada speesialisasi diantara komune-komune tersebut, ada komune yang mengusahakan bercocok tanam dan ada yang mengusahakan peternakan
- Mulai adanya pertukaran diantara komune-komune tersebut.
- Perbaikan perkakas produksi membuat produktivitas semakin tinggi
Produktifitas yang tinggi membuat manusia dapat memproduksi barang lebih banyak dari yang diperlukan langsung untuk hidup, mereka sudah tidak lagi punya kebutuhan untuk bekerja sama karena mereka dapat hidup dari usahanya sediri.
Ketua-ketua komune yang dalam pertukaran barang-barang hasil komune bertindak selaku wakil dari komune mulai menganggap milik komune sebagai miliknya sendiri, dengan demikian timbullah hak milik perseorangan atas alat-alat produksi.
Timbullah adanya anggota komune yang dengan hak milik perseorangannya memiliki hasil yang dikerjakan orang lain, maka timbullah penghisapan, hal ini tak dapat dielakan karena corak primitif dari produksi kolektif atau kooperatif merupakan akibat dari kelemahan individu dan bukan akibat dari pemasyarakatan alat-alat produksi.
Masyarakat terbagi dalam kelas-kelas ini yaitu ada yang berposisi di kelas penghisap yang terus berusaha keras mengabadikan kekuasaan mereka dan memperkeras penghisapannya dan ada yang berposisi dikelas yang terhisap yang tidak mau terus menerus membanting tulang untuk memperkaya kelas penghisap sedangkan dirinya terus menerus berada dalam kemiskinan dan kemelaratan maka timbullan konflik-konflik kelas yang sengit yang merupakan kekuatan pokok yang mendorong perkembangan masyarakat.
Terbaginya masyarakat dalam kelas-kelas menjadi awal mula timbulnya negara, dalam masyarakat komune primitif ini masih belum tampak adanya negara namun kita menemukan betapa besarnya kekuasaan adat istiadat, otoritas, penghargaan, kekuasaan yang berada di tangan ketua klan. Tetapi bagaimanapun juga kita dapat menemukan suatu golongan orang-orang yang khusus, yang dipisahkan untuk memerintahkan orang lain dan untuk kepentingan dan tujuan memerintah, secara sistematis dan terus-menerus menggunakan suatu alat pemaksa tertentu sehingga susunan politik masyarakat primitif seperti ini tidak mungkin bertahan dalam masyarakat yang terbagi oleh perjuangan kelas dan kepentingan-kepentingannya tidak dapat didamaikan. Timbulnya negara merupakan kebutuhan obyektif, negara bukanlah merupakan kekuasaan yang dipaksakan kepada masyarakat dari luar, ia adalah hasil dari masyarakat pada suatu tingkat perkembangan tertentu yang telah terlibat dalam suatu kontradiksi yang tidak terpecahkan dengan dirinya sendiri. Alat negara terpenting adalah tentara, polisi, pengadilan dan alat-alat pemaksa lainnya yang digunakan kelas yang berkuasa untuk mempertahankan susunan masyarakat dan memperkokoh kedudukan mereka.
Sistem kepemilikan budak.
Adalah sistem masyarakat berklas yang pertama yang berdasarkan penghisapan manusia atas manusia. Dalam masyarakat ini terdapat dua kelas pokok yang saling bermusuhan yaitu; tuan budak dan budak. Budak dimiliki sepenuhnya oleh tuan budak bahkan dapat diperjual belikan seperti barang dan bakan dapat dibunuh menurut kehendak tuannya.
Produksi dalam masyarakat pemilikan budak didasarkan atas kerja kaum budak; tuan budak dapat hidup mewah dan mempunyai waktu yang cukup untuk urusan-urusan negara, kebudayaan dan kesenian, dengan demikian terjadi pemisahan dan pertentangan antara kerja badan dan kerja otak yang terus terdapat dalam semua masyarakat berkelas. Kerja badan dipandang hina dan hanya patut untuk rakyat pekerja, sedangkan kerja otak menjadi hak eksklusif bagi kelas yang berpunya. Sepanjang sejarah masyarakt kepemilikan budak timbul pemberontakan –pemberontakan budak yang besar yang menggoncangkan kekuasaan tuan budak dan akhirnya sistem ini berganti menjadi sistem masyarakat yang lain.
Produksi dalam masyarakat pemilikan budak didasarkan atas kerja kaum budak; tuan budak dapat hidup mewah dan mempunyai waktu yang cukup untuk urusan-urusan negara, kebudayaan dan kesenian, dengan demikian terjadi pemisahan dan pertentangan antara kerja badan dan kerja otak yang terus terdapat dalam semua masyarakat berkelas. Kerja badan dipandang hina dan hanya patut untuk rakyat pekerja, sedangkan kerja otak menjadi hak eksklusif bagi kelas yang berpunya. Sepanjang sejarah masyarakt kepemilikan budak timbul pemberontakan –pemberontakan budak yang besar yang menggoncangkan kekuasaan tuan budak dan akhirnya sistem ini berganti menjadi sistem masyarakat yang lain.
Sistem Feodal
Masyarakat ini adalah masyarakat yang menggantikan sistem masyarakat kepemilikan budak, masyarakat ini terbagi dalam dua kelas pokok; yaitu tuan tanah dan kaum tani. Tuan tanah memiliki alat produksi terpokok pada waktu itu yaitu tanah, maka untuk dapat hidup kaum tani harus menyewa tanah dari tuan tanah, kaum tani tidak sepenuhnya milik tuan tanah, ia mempunyai usaha tanahnya sendiri maka ia lebih mempunyai kemajuan bekerja daripada budak, tetapi tani harus membayar sewa tanah yang berat kepada tuan tanah, Karena itu sebagian besar waktunya tidak digunakan buat bekerja untuk dirinya melainkan untuk tuan tanah jadi masih berlaku penindasan klas dan kedudukan tani sering tidak banyak berbeda dari kedudukan budak. Sepanjang jaman feudal kaum tani berjuang melawan tuan tanah dan semakin hari bertambah meruncing. Dalam sejarah tiap negri terjadi pemberontakkan tani yang berlangsung hingga puluhan tahun, pemerintahan tani inilah yang memperlemah dasar-dasar feodalisme dan akhirnya mengakibatkan keruntuhan feodalisme itu. Tetapi kaum tani belum bisa mencapai kebebasan dari penghisapan. Hasil perjuangan revolusioner kaum tani dimiliki oleh klas borjuis yang timbul pada akhir masyarakat feudal. Revolusi borjuis menyingkirkan sistem feudal dan menegakkan kekuasaan kapitalisme.
Sistem kapitalis.
Di bawah kapitalisme masyarakt terbagi didalam klas kapitalis atau borjuasi dan klas buruh atau ploretariat. Buruh bukan milik si kapitalis, buruh tidak dibeli atau dijual, ia nampaknya bebas tetapi tidak memiliki alat produksi sama sekali sehingga terpaksa menjual tenaga kerjanya kepada pemilik alat-alat produksi yaitu si kapitalis (Pemilik pabrik dan perusahaan-perusahaan lain) dan buruh harus kerja membanting tulang supaya tidak mati kelaparan, satu grup kecil kaum penghisap mendapat laba besar dan sedangkan masa pekerja semakin lama semakin banyak menderita kesengsaraan dan penderitaan. Jadi penghisapan atas rakyat pekerja masih tetap berlangsung, walaupun bentuknya telah berubah.
Dalam kapitalis produktifitas kerja sangat dipertinggi dan produksi mencapai perluasan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pabrik dan perusahaan besar dilengkapi dengan mesin-mesin dan memperkerjakan ribuan buruh. Pekerjaan tiap-tiap perusahaan, tiap-tiap cabang industri dan pertanian tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan perusahaan dan cabang-cabang lain. Jika perusahaan lain tidak bekerja lagi, maka ratusan lain tidak bekerja lagi. Dan terpaksa berhenti bekerja. Dalam kapitalisme barang-barang hasil industri adalah hasil kerja masyarakat bukan hasil kerja orang-seorang.
Kaum kapitalis tidak memperdulikan kepentingan masyarakat, mereka memproduksi dan menjual barang-barangnya hanya untuk mendapatkan laba yang besar. Kapitalis memperluas produksi dan memperkeras penghisapan kepada kaum buruh dengan jalan jam kerja yang lama dengan upah yang lebih rendah. Akibatnya, barang-barang yang dihasilkan jauh lebih banyak dari yang mampu dibeli oleh pemakai pokok yaitu masa rakyat sehingga menimbulkan krisis ekonomi kelebihan produksi, untuk mempertahankan agar harga tetap tinggi kaum kapitalis menghancurkan barang-barang mereka dan untuk sementara menghentikan produksi serta memecat ribuan buruh. Jadi hak milik perseorangan secara kapitalis mengakibatkan penghancuran materiil yang sudah dihasilkan dan menyebabkan rakyat pekerja menderita karena pengangguran dan upah yang rendah.
Pertentangan antara watak kemasyarakatan dari proses produksi dan kepemilikan perseorangan secara kapitalis atas alat produksi dan hasil produksi merupakan pertentangan dasar dari cara produksi dari kapitalis. Pertentangan ini tak dapat didamaikan dan satu-satunya jalan untuk keluar dari masalah ini adalah dengan menghapuskan hak milik perseorangan secara kapitalis atas alat-alat produksi dengan hak milik kemasyarakatan artinya beralih dari masyarakat kapitalis ke masyarakat sosialis.
Dalam kapitalis produktifitas kerja sangat dipertinggi dan produksi mencapai perluasan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pabrik dan perusahaan besar dilengkapi dengan mesin-mesin dan memperkerjakan ribuan buruh. Pekerjaan tiap-tiap perusahaan, tiap-tiap cabang industri dan pertanian tidak dapat dipisahkan dari pekerjaan perusahaan dan cabang-cabang lain. Jika perusahaan lain tidak bekerja lagi, maka ratusan lain tidak bekerja lagi. Dan terpaksa berhenti bekerja. Dalam kapitalisme barang-barang hasil industri adalah hasil kerja masyarakat bukan hasil kerja orang-seorang.
Kaum kapitalis tidak memperdulikan kepentingan masyarakat, mereka memproduksi dan menjual barang-barangnya hanya untuk mendapatkan laba yang besar. Kapitalis memperluas produksi dan memperkeras penghisapan kepada kaum buruh dengan jalan jam kerja yang lama dengan upah yang lebih rendah. Akibatnya, barang-barang yang dihasilkan jauh lebih banyak dari yang mampu dibeli oleh pemakai pokok yaitu masa rakyat sehingga menimbulkan krisis ekonomi kelebihan produksi, untuk mempertahankan agar harga tetap tinggi kaum kapitalis menghancurkan barang-barang mereka dan untuk sementara menghentikan produksi serta memecat ribuan buruh. Jadi hak milik perseorangan secara kapitalis mengakibatkan penghancuran materiil yang sudah dihasilkan dan menyebabkan rakyat pekerja menderita karena pengangguran dan upah yang rendah.
Pertentangan antara watak kemasyarakatan dari proses produksi dan kepemilikan perseorangan secara kapitalis atas alat produksi dan hasil produksi merupakan pertentangan dasar dari cara produksi dari kapitalis. Pertentangan ini tak dapat didamaikan dan satu-satunya jalan untuk keluar dari masalah ini adalah dengan menghapuskan hak milik perseorangan secara kapitalis atas alat-alat produksi dengan hak milik kemasyarakatan artinya beralih dari masyarakat kapitalis ke masyarakat sosialis.
Sistem komune modern
Dalam masyarkat ini alat-alat produksi dimilik bersama oleh masyarakat, karena masyarakat dalam sistem komune modern tidak mungkin terdapat golongan-golongan orang yang dapat menggunakan alat-alat produksi untuk menghisap kerja orang lain, hanya orang yang bekerja yang dapat makan, tujuan dari masyarkat komune modern adalah terjaminnya secara maksimum kebutuhan materiil dan sepirituil dari rakyat pekerja atau setiap orang bekerja menurut kemampuannya dan mendapatkan sesuai dari kerjanya, masyarakkat ini adalah tahapan awal dari masyarakat komunis dengan semakin majunya tenaga-tenaga produktif dan teknik produksi masyarakat akan berangsur-angsur beralih ketingkat yang lebih tinggi yaitu masyarakat komunis, pada masyarakat seperti itu hasil-hasil produksi telah melimpah ruah dan pembagiannya dapat dilakukan menurut prinsip setiap orang bekerja sesuai dengan kemampuannya dan menerima sesuai dengan kebutuhannya.
Uraian diatas menunjukan berbagai tingkat perkembangan masyarakat dan perpindahan dari suatu masyarakat satu kemasyarakat yang lain merupakan kemajuan lebih lanjut dari masyarakat manusia.
Uraian diatas menunjukan berbagai tingkat perkembangan masyarakat dan perpindahan dari suatu masyarakat satu kemasyarakat yang lain merupakan kemajuan lebih lanjut dari masyarakat manusia.
7. Barang dagangan dan uang.
Saat ini dimana sistem masyarakatnya adalah kapitalisme menjadi penting untuk dibicarakan agar kita mampu menyingkapkan hukum ekonomi dari masyarakat modern, pertama yang harus diingat adalah bahwa dasar daripada sistem masyarkat kapitalis adalah produksi barang dagangan, dibawah kapitalisme segala sesuatu mengambil bentuk barang dagangan dan prinsip membeli dan menjual berlaku dimana-mana, perdagangan memang telah berlaku ribuan tahun namun dibawah kapitalisme produksi barang dagangan menjadi sangat berkuasa dan universil, pertukaran barang dagangan merupakan hal yang paling biasa, fundamental, dan paling umum dalam masyarkat borjuis yang terjadi jutaan kali. namun walaupun telah terjadi jutaan kali orang sering tidak mengerti makna dibalik pertukaran barang dagangan tersebut.
Kerja manusia untuk menghasilkan kekayaan materiil adalah syarat mutlak bagi kelangsungan hidup manusia, mulai dari masyarakat primitif hingga masyarakat modern saat ini, barang-barang hasil ciptaan manusia pada jaman primitif tidak untuk dipertukarkan tetapi barang-barang tersebut dibuat untuk dipakai/dikonsumsi sendiri, namun sejak adanya pembagian kerja dimasyarakat dan adanya hak milik perseorangan atas alat-alat prodiuksi, barang-barang hasil ciptaan manusia selain untuk memenuhi kebutuhan manusia juga untuk dipertukarkan/dijual.
Barang dalam masyarakat modern memiliki dua nilai pertama nilai pakai yaitu isi meteriil dari suatu kekayaan, nilai pakai terbentuk karena suatu barang dapat memenuhi kebutuhan manusia maupun kebutuhan industri, jumlah nilai pakai suatu barang terus bertambah seiring dengan penemuan-penemuan baru kegunaan suatu barang, kedua adalah nilai tukar, yaitu suatu barang dalam masyarakat modern dapat digunakan untuk dipertukarkan dengan barang lain yang dinyatakan dalam perbandingan kwantitatif dari nilai pakai-nilai pakai, nilai pakai dan nilai tukar ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena nilai pakai adalah pembawa/dasar nilai tukar dan sebaliknya nilai tukar selalu bersandar pada nilai pakai, yang tampak dalam jumlah nilai pakai barang dagangan lain ketika diperkarkan.
Lalu apa yang menyebabkan suatu barang sepadan/dasar persaman ketika ditukarkan? Jelas bukan pada salah satu sifat alamiah dari barang dagangan (misalnya beratnya, ukurannya, bentukanya dsb), karena tidak mungkin seseorang menukarkan barangnya dengan barang yang sama, barang akan berguna dipertukarkan bila barang yang dipertukarkan justru berbeda sifat alamiahnya, perbedaan merupakan syarat mutlak terjadinya pertukaran, oleh sebab itu nilai pakai bukan merupakan dasar penyepadan/persamaan dalam pertukaran, juga bukan karena berbeda nilai pakainya karena dalam kehidupan sehari-hari nilai pakai tidak dapat menentukan besar kecilnya nilai tukar, misalnya besi dengan emas, besi memiliki nilai pakai yang lebih tinggi dari emas karena kegunaannya yang lebih banyak namun emas hargannya lebih tinggi dari besi, karena kedua barang ini mempunyai kegunaan yang berbeda, yang menjadi persamaan adalah adalah bahwa semua barang-barang tersebut merupakan pertama : hasil kerja manusia, barang-barang tersebut mengandung hasil kerja kemasyarakatan yang diperlukan untuk memproduksinya, emas membutuhkan lebih banyak mengandung jumlah kerja manusia daripada besi, atau dengan kata lain, nilai tukar tak lain merupakan bentuk pernyataan dari nilai barang dagangan yang dibentuk oleh kerja manusia yang terwujud dalam barang dagangan.
Kerja yang dimaksud disini adalah kerja abstrak, maksudnya disini adalah bukan hanya kerja dan menghasilkan barang dalam keadaan apapun (misalnya kerja tukang sepatu untuk membuat sepatu, kerja tukang tukan kayu untuk membuat meja dll) dimana kerja yang mereka lakukan jelas berbeda dalam hal tujuan, cara, alat-alatnya dan hasil-hasilnya, karena pengertian kerja disini juga ada dua yaitu kerja kongkrit dimana kerja disini adalah menghasilkan nilai pakai barang dagangan seperti sepatu, meja dll, dan kerja abstrak yaitu kerja manusia yang seragam/kerja pada umumnya tanpa memperhatikan bentuk kongkritnya, maksudnya produsen barang dagangan dalam menghasilkan suat barang dagangan secara umum juga melakukan kerja yang menggunakan otak, urat syaraf dll, sehingga membentuk nilai dari suatu barang dagangan,
Kerja abstrak dan kerja kongkret adalah dua segi dari kerja yang terwujud dalam barang dagangan, disatu fihak kita bicara tentang kategori fisiologis, yaitu pemakaian tenaga kerja manusia dan dalam wataknya sebagai kerja manusia abstrak yang identik, ia menciptakan nilai suatu barang dan difihak lain segala kerja adalah pemakaian tenaga manusia dalam bentuk yang khusus dan dengan tujuan tertentu dan dalam hal ini dalam wataknya sebagai kerja yang berguna yang kongkret, ia menghasilkan nilai pakai.
Kerja abstrak bukan hanya kategori fisiologis saja tetapi juaga kategori kemasyarakatan, karena misalnya seorang produsen meja yang memiliki secara perorangan alat-alat produksi, mula-mula melakukan kerja kongkret menghasilkan suatu barang, kerja yang dilakukan adalah kerja perseorangan sebab lepas dari masyarakat, namun sesuai dengan pembagian kerja dalam masyarakat bahwa barang yang dihasilkannya adalah untuk dipertukarkan maka kerja yang dilakukan adalah kerja kwmasyarakatan, karena karena ia telah mengambil bagian sebagian dari seluruh jumlah kerja masyarakat, ia harus menukarkan barang dagangannya agar ia tetap mampu berdiri sebagai produsen, dan mendapatkan kembali pertukaran sejumlah kerja yang ia curahkan dalam membuat barang dagangannya.
Untuk dapat mempersamakan, jumlah kerja yang terkandung dalam bermacam-macam kerja kongkret, maka bentuk kongkret dari kerja harus ditinggalkan dan kerja hanya dipandang sebagai pemakaian tenaga kerja pada umumnya, Oleh sebab itu dalam syarat-syarat produksi perseorangan, kerja kemasyarakatan bersifat kerja abstrak, artinya kerja abstrak adalah kerja kemasyarakatan yang dilakukan oleh produsen-produsen barang dagangan perseorangan, dalam kerja abstrak terkandung hubungan-hubungan kemasyarakatan diantara produsen-produsen barang dagangan perseorangan, maka nilai dari sebuah barang dagangan terkandung hubungan kemasyarakatan yaitu hubungan antara produsen-produsen (orang-orang), yang tersembunyi dibelakang hubungan antar barang dagangan. Kedua Besar kecilnya nilai suatu barang dagangan juga ditentukan oleh watak kemasyarakatan dari sebuah barang dagangan yang ditentukan oleh waktu kerja, semakin banyak waktu kerja yang diperlukan untuk memproduksi sebuah barang dagangan maka semakin tinggi nilainya, namun ini tidak berarti semakin malas pekerja semakin tinggi nilai barang dagangan yang diproduksi, hal ini tidaklah demikian karena waktu kerja disini bukanlah waktu kerja individual yang dicurahkan untuk memproduksi barang dagangan, namun ditentukan oleh waktu kerja perlu sosialnya yaitu waktu yang diperlukan untuk pembuatan suatu barang dagangan dalam syarat-syarat produksi kemasyarakatan yang rata-rata, dengan tingkat teknik rata-rata, kecakapan rata-rata dan intensitas kerja rata-rata. Oleh sebab itu nilai bukan sifat materiil melainkan sifat kemasyarakatan dari barang dagangan, tetapi nilai barang dagangan itu tidak dapat dilihat pada barang dagangan itu sediri, nilai itu tampak dalam pertukaran dengan barang dagangan laindalam proses pertukaran, yaitu nilai tukar atau bentuk nilai.
Bersamaan dengan perkembangan produksi barang dagangan, bentuk nilai atau nilai tukar juga mengalami perkembangan dan hasil dari perkembangan tersebut timbulah bentuk uang sebagai pernyataan nilai, dengan menganalisa perkembangan bentuk nilai maka dapat dijelaskan pula hakekat dan fungsi dari uang.
Bentuk nilai yang paling sederhana (primitif) ialah dinyatakannya nilai sesuatu barang dagangan dengan barang dagangan lain, yang terjadi ketika pertukaran masih bersifat spontan dan kebetulan, misalnya 1 kampak=20 kg padi. Disini kampak dinyatakan dengan padi, padi berlaku sebagai cermin nilai (bentuk tara), sebagai alat untuk menyatakan nilai dari kampak (bentuk nilai nisbi), namun seiring dengan perkembangan produksi barang dagangan dan masyarakat mulai terbagi dalam pembagian kerja, manusia mulai menemukan lebih banyak lagi barang dagangan yang dapat dipertukarkan misalnya:
Kerja manusia untuk menghasilkan kekayaan materiil adalah syarat mutlak bagi kelangsungan hidup manusia, mulai dari masyarakat primitif hingga masyarakat modern saat ini, barang-barang hasil ciptaan manusia pada jaman primitif tidak untuk dipertukarkan tetapi barang-barang tersebut dibuat untuk dipakai/dikonsumsi sendiri, namun sejak adanya pembagian kerja dimasyarakat dan adanya hak milik perseorangan atas alat-alat prodiuksi, barang-barang hasil ciptaan manusia selain untuk memenuhi kebutuhan manusia juga untuk dipertukarkan/dijual.
Barang dalam masyarakat modern memiliki dua nilai pertama nilai pakai yaitu isi meteriil dari suatu kekayaan, nilai pakai terbentuk karena suatu barang dapat memenuhi kebutuhan manusia maupun kebutuhan industri, jumlah nilai pakai suatu barang terus bertambah seiring dengan penemuan-penemuan baru kegunaan suatu barang, kedua adalah nilai tukar, yaitu suatu barang dalam masyarakat modern dapat digunakan untuk dipertukarkan dengan barang lain yang dinyatakan dalam perbandingan kwantitatif dari nilai pakai-nilai pakai, nilai pakai dan nilai tukar ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena nilai pakai adalah pembawa/dasar nilai tukar dan sebaliknya nilai tukar selalu bersandar pada nilai pakai, yang tampak dalam jumlah nilai pakai barang dagangan lain ketika diperkarkan.
Lalu apa yang menyebabkan suatu barang sepadan/dasar persaman ketika ditukarkan? Jelas bukan pada salah satu sifat alamiah dari barang dagangan (misalnya beratnya, ukurannya, bentukanya dsb), karena tidak mungkin seseorang menukarkan barangnya dengan barang yang sama, barang akan berguna dipertukarkan bila barang yang dipertukarkan justru berbeda sifat alamiahnya, perbedaan merupakan syarat mutlak terjadinya pertukaran, oleh sebab itu nilai pakai bukan merupakan dasar penyepadan/persamaan dalam pertukaran, juga bukan karena berbeda nilai pakainya karena dalam kehidupan sehari-hari nilai pakai tidak dapat menentukan besar kecilnya nilai tukar, misalnya besi dengan emas, besi memiliki nilai pakai yang lebih tinggi dari emas karena kegunaannya yang lebih banyak namun emas hargannya lebih tinggi dari besi, karena kedua barang ini mempunyai kegunaan yang berbeda, yang menjadi persamaan adalah adalah bahwa semua barang-barang tersebut merupakan pertama : hasil kerja manusia, barang-barang tersebut mengandung hasil kerja kemasyarakatan yang diperlukan untuk memproduksinya, emas membutuhkan lebih banyak mengandung jumlah kerja manusia daripada besi, atau dengan kata lain, nilai tukar tak lain merupakan bentuk pernyataan dari nilai barang dagangan yang dibentuk oleh kerja manusia yang terwujud dalam barang dagangan.
Kerja yang dimaksud disini adalah kerja abstrak, maksudnya disini adalah bukan hanya kerja dan menghasilkan barang dalam keadaan apapun (misalnya kerja tukang sepatu untuk membuat sepatu, kerja tukang tukan kayu untuk membuat meja dll) dimana kerja yang mereka lakukan jelas berbeda dalam hal tujuan, cara, alat-alatnya dan hasil-hasilnya, karena pengertian kerja disini juga ada dua yaitu kerja kongkrit dimana kerja disini adalah menghasilkan nilai pakai barang dagangan seperti sepatu, meja dll, dan kerja abstrak yaitu kerja manusia yang seragam/kerja pada umumnya tanpa memperhatikan bentuk kongkritnya, maksudnya produsen barang dagangan dalam menghasilkan suat barang dagangan secara umum juga melakukan kerja yang menggunakan otak, urat syaraf dll, sehingga membentuk nilai dari suatu barang dagangan,
Kerja abstrak dan kerja kongkret adalah dua segi dari kerja yang terwujud dalam barang dagangan, disatu fihak kita bicara tentang kategori fisiologis, yaitu pemakaian tenaga kerja manusia dan dalam wataknya sebagai kerja manusia abstrak yang identik, ia menciptakan nilai suatu barang dan difihak lain segala kerja adalah pemakaian tenaga manusia dalam bentuk yang khusus dan dengan tujuan tertentu dan dalam hal ini dalam wataknya sebagai kerja yang berguna yang kongkret, ia menghasilkan nilai pakai.
Kerja abstrak bukan hanya kategori fisiologis saja tetapi juaga kategori kemasyarakatan, karena misalnya seorang produsen meja yang memiliki secara perorangan alat-alat produksi, mula-mula melakukan kerja kongkret menghasilkan suatu barang, kerja yang dilakukan adalah kerja perseorangan sebab lepas dari masyarakat, namun sesuai dengan pembagian kerja dalam masyarakat bahwa barang yang dihasilkannya adalah untuk dipertukarkan maka kerja yang dilakukan adalah kerja kwmasyarakatan, karena karena ia telah mengambil bagian sebagian dari seluruh jumlah kerja masyarakat, ia harus menukarkan barang dagangannya agar ia tetap mampu berdiri sebagai produsen, dan mendapatkan kembali pertukaran sejumlah kerja yang ia curahkan dalam membuat barang dagangannya.
Untuk dapat mempersamakan, jumlah kerja yang terkandung dalam bermacam-macam kerja kongkret, maka bentuk kongkret dari kerja harus ditinggalkan dan kerja hanya dipandang sebagai pemakaian tenaga kerja pada umumnya, Oleh sebab itu dalam syarat-syarat produksi perseorangan, kerja kemasyarakatan bersifat kerja abstrak, artinya kerja abstrak adalah kerja kemasyarakatan yang dilakukan oleh produsen-produsen barang dagangan perseorangan, dalam kerja abstrak terkandung hubungan-hubungan kemasyarakatan diantara produsen-produsen barang dagangan perseorangan, maka nilai dari sebuah barang dagangan terkandung hubungan kemasyarakatan yaitu hubungan antara produsen-produsen (orang-orang), yang tersembunyi dibelakang hubungan antar barang dagangan. Kedua Besar kecilnya nilai suatu barang dagangan juga ditentukan oleh watak kemasyarakatan dari sebuah barang dagangan yang ditentukan oleh waktu kerja, semakin banyak waktu kerja yang diperlukan untuk memproduksi sebuah barang dagangan maka semakin tinggi nilainya, namun ini tidak berarti semakin malas pekerja semakin tinggi nilai barang dagangan yang diproduksi, hal ini tidaklah demikian karena waktu kerja disini bukanlah waktu kerja individual yang dicurahkan untuk memproduksi barang dagangan, namun ditentukan oleh waktu kerja perlu sosialnya yaitu waktu yang diperlukan untuk pembuatan suatu barang dagangan dalam syarat-syarat produksi kemasyarakatan yang rata-rata, dengan tingkat teknik rata-rata, kecakapan rata-rata dan intensitas kerja rata-rata. Oleh sebab itu nilai bukan sifat materiil melainkan sifat kemasyarakatan dari barang dagangan, tetapi nilai barang dagangan itu tidak dapat dilihat pada barang dagangan itu sediri, nilai itu tampak dalam pertukaran dengan barang dagangan laindalam proses pertukaran, yaitu nilai tukar atau bentuk nilai.
Bersamaan dengan perkembangan produksi barang dagangan, bentuk nilai atau nilai tukar juga mengalami perkembangan dan hasil dari perkembangan tersebut timbulah bentuk uang sebagai pernyataan nilai, dengan menganalisa perkembangan bentuk nilai maka dapat dijelaskan pula hakekat dan fungsi dari uang.
Bentuk nilai yang paling sederhana (primitif) ialah dinyatakannya nilai sesuatu barang dagangan dengan barang dagangan lain, yang terjadi ketika pertukaran masih bersifat spontan dan kebetulan, misalnya 1 kampak=20 kg padi. Disini kampak dinyatakan dengan padi, padi berlaku sebagai cermin nilai (bentuk tara), sebagai alat untuk menyatakan nilai dari kampak (bentuk nilai nisbi), namun seiring dengan perkembangan produksi barang dagangan dan masyarakat mulai terbagi dalam pembagian kerja, manusia mulai menemukan lebih banyak lagi barang dagangan yang dapat dipertukarkan misalnya:
- _ 40 kg padi
- 1 ekor domba 20 m kain
- 2 kampak
- 3 kg emas dst
Per arena bisa saja seseorang penjual kampak tidak membutuhkan padi tapi kain, disini tampak pertentangan dari produksi barang dagangan, dimana pertentangan ini terjadi karena produsen barang dagangan ketika membuat hasil produksinya yang malakukan kerja perseorangan sekaligus kerja kemasyarakatan, yaitu kerja untuk masyarakat, maka terjadilah tara umum, misalnya :
- _40 kg padi
- 20 meter kain
- 2 kampak 1 ekor domba
- 3 kg emas
- dst.
Dalam bentuk umum ini domba sebagai tara umum, namun barang yang menjadi tara umum belum tetap dan berbeda-beda diberbagai tempat dan pada waktu yang berlainan. Akhirnya terbentuk tara umum yang tidak lagi berubah menurut waktu dan tempat, terjadilah bentuk uang sebagai hasil tertinggi dari perkembangan bentuk nilai. Dengan pengetahuan kita tentang asal usul histories dari uang maka kita akan terhindar dari pengertian yang salah tentang uang, uang bukan semata-mata hasil penemuan jenius seorang ilmuan dalam menghadapi kesulitan dalam proses pertukaran barng-barang dagangan pada masyarakat modern tetapi uang itu sendiripun merupakan barang dagangan misalnya jika seseorang yang terdampar dipulau terpencil yang tidak ada aktivitas perekonomian, maka sepeti uang bagi orang tersebut tidak akn berguna, mungkin sebilah kail akan lebih bermanfaat, lain halnya ketika orang tersebut berada ditengah-tengah kota Surabaya yang ramai dengan aktivitas ekonomi, maka tentulah sepeti uang bagi orang tersebut lebih berguna daripada sebilah kail.
Fungsi terpenting dari uang adalah sebagai ukuran nilai namun karena saat ini setiap barang dagangan dapat dinyatakan dengan uang maka uang itu menjadi ukuran harga, maka harga itu sendiri tak lain adalah adalah nilai barang dagangan yang dinyatakan dalam bentuk uang.
8. Kapital dan nilai lebih
Esensi penghisapan kapitalisme terhadap buruh dapat kita jelaskan dengan teori nilai lebih namun agar lebih jelasnya lebih dahulu kita akan membahas apa itu kapital (modal).
Pada tingkat perkembangan tertentu dari barang dagangan uang dapat menjadi kapital, namun uang itu sendiri bukan kapital misalnya pada produsen kecil barang dagangan yang hidup dari penjualan barang-barang mereka, uang disinihanya berperan sebagai alat peredar dan bukan kapital (barang-uang-barang), yaitu menjual barang yang satu dan membeli barang yang lain/nilai pakai yang satu ditukar dengan nilai pakai yang lain, jadi tujuan peredaran disini adalah nilai pakai.
Uang menjadi kapital apabila digunakan untuk menghisap kerja orang lain, berarti yang tadinya rumus umum kapital adalah uang – barang – uang, yaitu membeli untuk menjual, namun karena disini jika proses akhirnya sama dengan jumlah awalnya (uang = nilai) maka gerak kapital tak ada gunanya, padahal tujuan dari aktivitas kapitalis adalah membuat jumlah akhir manjadi lebih besar dari jumlah awal, maka kapital harus memperbesar hasil akhir manjadi (uang – barang - uang +keuntungan).
Apakah sumber pertambahan nilai tersebut, jelas bukan peredaran karena sepert contoh pertama bahwa peredaran akan membawa nilai akhir yang sama dengan nilai awal, sebab peredaran merupakan pertukaran barang-barang yang senile. Pertambahan ini juga bukan karena kenaikan harga sebab keuntungan yang didapat sebagai penjual akan hilang karena kerugian yang diterima sebagai pembeli, sedang yang kita persoalkan adalah bukan gejala individual tetapi gejala social, rata-rata dan masal, dalam kasus bertambahnya nilai ternyata semua dari kaum kapitalis memperoleh pertambahan nilai tersebut.
Jelaslah disini bahwa untuk menjadi kapitalis, seseorang harus mendapatkan dipasaran suatu barang dagangan apabila dipakai untuk proses produksi akan menciptakan nilai yang lebih tinggi pada hasil akhirnya atau dengan kata lain kapitalis harus mendapatkan suatu barang dagangan yang nilai pakainya memiliki sifat sebagai sumber nilai. Dan yang bisa memberi jawab atas pertanyaan ini adalah tenaga kerja manusia, dengan menunjukan bahwa buruh menjual kepada si kapitalis bukan kerjanya tetapi tenga kerjanya. Kerja dan tenaga kerja adalah dua hal yang berbeda, pemakaian tenaga kerja berati juga kerja, dan kerja akan menciptakan nilai, pemilik uang membeli tenaga kerja (lewat upah) menurut nilainya yaitu nilai tenaga kerja, nilai tenaga kerja sebagaimana barang dagangan lainnya besar kecilnya tergantung dari kerja perlu social yang diperlukan untuk berproduksi, yaitu ongkos untuk memelihara diri dan keluargannya, jadi upah yang diberikan kaum kapitalis kepada buruhnya sama sekali tidak ada hubungannya dengan kerja yang dilakukan oleh buruh, maka nilai yang diciptakan dalam proses penggunaan tenaga kerja dan nilai tenaga kerja adalah dua jumlah yang berbeda, selisih perbedaan ini disebut nilai lebih, misalnya pemilik pabrik membeli tenaga kerja, lalu mempekerjakan buruhnya selama 8 jam, namun jika buruh dalam 3 jam ia sudah menciptakan nilai baru yang sesuai dengan sebesar nilai kerjanya atau dengan kata lain telah cukup untuk ongkos kehidupannya, maka 5 jam berikutnya (waktu kerja lebih) ia telah menciptakan nilai lebih yang tidak dibayarkan oleh tuan kapitalis.
Pada tingkat perkembangan tertentu dari barang dagangan uang dapat menjadi kapital, namun uang itu sendiri bukan kapital misalnya pada produsen kecil barang dagangan yang hidup dari penjualan barang-barang mereka, uang disinihanya berperan sebagai alat peredar dan bukan kapital (barang-uang-barang), yaitu menjual barang yang satu dan membeli barang yang lain/nilai pakai yang satu ditukar dengan nilai pakai yang lain, jadi tujuan peredaran disini adalah nilai pakai.
Uang menjadi kapital apabila digunakan untuk menghisap kerja orang lain, berarti yang tadinya rumus umum kapital adalah uang – barang – uang, yaitu membeli untuk menjual, namun karena disini jika proses akhirnya sama dengan jumlah awalnya (uang = nilai) maka gerak kapital tak ada gunanya, padahal tujuan dari aktivitas kapitalis adalah membuat jumlah akhir manjadi lebih besar dari jumlah awal, maka kapital harus memperbesar hasil akhir manjadi (uang – barang - uang +keuntungan).
Apakah sumber pertambahan nilai tersebut, jelas bukan peredaran karena sepert contoh pertama bahwa peredaran akan membawa nilai akhir yang sama dengan nilai awal, sebab peredaran merupakan pertukaran barang-barang yang senile. Pertambahan ini juga bukan karena kenaikan harga sebab keuntungan yang didapat sebagai penjual akan hilang karena kerugian yang diterima sebagai pembeli, sedang yang kita persoalkan adalah bukan gejala individual tetapi gejala social, rata-rata dan masal, dalam kasus bertambahnya nilai ternyata semua dari kaum kapitalis memperoleh pertambahan nilai tersebut.
Jelaslah disini bahwa untuk menjadi kapitalis, seseorang harus mendapatkan dipasaran suatu barang dagangan apabila dipakai untuk proses produksi akan menciptakan nilai yang lebih tinggi pada hasil akhirnya atau dengan kata lain kapitalis harus mendapatkan suatu barang dagangan yang nilai pakainya memiliki sifat sebagai sumber nilai. Dan yang bisa memberi jawab atas pertanyaan ini adalah tenaga kerja manusia, dengan menunjukan bahwa buruh menjual kepada si kapitalis bukan kerjanya tetapi tenga kerjanya. Kerja dan tenaga kerja adalah dua hal yang berbeda, pemakaian tenaga kerja berati juga kerja, dan kerja akan menciptakan nilai, pemilik uang membeli tenaga kerja (lewat upah) menurut nilainya yaitu nilai tenaga kerja, nilai tenaga kerja sebagaimana barang dagangan lainnya besar kecilnya tergantung dari kerja perlu social yang diperlukan untuk berproduksi, yaitu ongkos untuk memelihara diri dan keluargannya, jadi upah yang diberikan kaum kapitalis kepada buruhnya sama sekali tidak ada hubungannya dengan kerja yang dilakukan oleh buruh, maka nilai yang diciptakan dalam proses penggunaan tenaga kerja dan nilai tenaga kerja adalah dua jumlah yang berbeda, selisih perbedaan ini disebut nilai lebih, misalnya pemilik pabrik membeli tenaga kerja, lalu mempekerjakan buruhnya selama 8 jam, namun jika buruh dalam 3 jam ia sudah menciptakan nilai baru yang sesuai dengan sebesar nilai kerjanya atau dengan kata lain telah cukup untuk ongkos kehidupannya, maka 5 jam berikutnya (waktu kerja lebih) ia telah menciptakan nilai lebih yang tidak dibayarkan oleh tuan kapitalis.
Nursing
Thesis Advisor: Dr. Liane Connelly
Thesis Title: The Relationship of Professional Self-Concept of Staff Nurses and Intent to Stay at Current Job Position
Abdolazeez R. Attalep
Communication
Thesis Advisor: Dr. Carrol Haggard
Thesis Title: Effectiveness of Public Relations Textbooks Utilized in Saudi Arabia’s Colleges and Universities
Darin J. Challacombe
Psychology (General)
Thesis Advisor: Dr. Greg Turek
Thesis Title: Embodied Attraction: How Body Postures can Influence Attraction
Elizabeth Dail Cline
Speech Language Pathology
Thesis Advisor: Dr. C. Frederick Britten
Thesis Title: Auditory Processing Abilities of Adult Male Offenders
Scott William Cumming
Geology
Thesis Advisor: Dr. Kenneth R. Neuhauser
Thesis Title: 3-D Seismic Interpretation in the Catherine Oil Field Area of Ellis County, Kansas
Tena M. Elwood
Nursing
Thesis Advisor: Dr. Karolyn Kells
Thesis Title: Attrition and the Presence of Hardiness in Nursing Students
Sonia Esquivel
Counseling
Thesis Advisor: Dr. Billy C. Daley
Thesis Title: The Latino Student Perception of Their Experience at Fort Hays State University
Takehito Ikejiri
Geology
Thesis Advisor: Dr. Richard J. Zakrzewski
Thesis Title: Anatomy of Camarasaurus Lentus (Dinosauria: Sauropoda) from the Morrison Formation (Late Jurassic), Thermopolis, Central Wyoming, with Determination and Interpretation of Ontogenetic, Sexual Dimorphic, and Individual Variation in the Genus
Curtis Lauterbach
HHP
Thesis Advisor: Dr. Duane Shepherd
Thesis Title: The Effect of Flexibility Training on Flexibility Power and Agility in Female Athletes Participating in Track and Softball
Shauna R. Marquardt
Biology
Thesis Advisor: Dr. Jerry R. Choate
Thesis Title: Differential Energetic Demands of Chiropteran Maternity Roosts as Determined by Diet
Dee Ann Nelson Rundell
Nursing
Thesis Advisor: Dr. Liane Connelly
Thesis Title: Nurse Empowerment and Job Satisfaction in Rural Kansas Hospitals
Carrie Ann Schmidt Konen
Nursing
Thesis Advisor: Dr. Liane Connelly
Thesis Title: Mentoring, Job Satisfaction, and Intent to Stay of Novice Midwestern Hospital Staff Nurses
Lance Thurlow
Biology
Thesis Advisor: Dr. Eric Gillock
Thesis Title: Characterization of an Environmental Bacterium by 16s rRNA Sequence Analysis, Fatty Acid Methyl Ester Analysis, and Scanning Electron Microscopy
Toni Marie M. Alstrom
School Psychology
Field Study Advisor: Dr. Stephen Kitzis
Field Study Title: The Relation between Severity of Disability and Postsecondary Plans
William E. Genereux
Liberal Studies (INT)
Thesis Advisor: Dr. Mark Bannister
Thesis Title: Understanding Student Information Systems in Kansas Community Colleges
Eric R. Johnson
Biology
Thesis Advisor: Dr. William J. Stark
Thesis Title: Population Characteristics of the Introduced White Perch (Morone Americana) in the Ninnescah River System and Assessment of Community Structure after Invasion
Jennifer B. Karnatz
Speech-Language Pathology
Thesis Advisor: Dr. C. Frederick Britten
Thesis Title: The Larson Consonant Sound Discrimination Test: Reliability and Validity Data for Third through Sixth Grade Students
Rachel A. Knight
Biology
Thesis Advisor: Dr. Karen R. Hickman
Thesis Title: Assessment of the Spread and Distribution of Old World Bluestems (Bothriochloa Spp.) at Local and Landscape Scales
Karen A. McCullough
Education Administration
Thesis Advisor: Dr. Billy C. Daley
Thesis Title: Burnout in College Seniors
Curtis J. Schmidt
Biology
Thesis Advisor: Dr. William J. Stark
Thesis Title: Natural History and Status of the Exploited Prairie Rattlesnake (Crotalus Viridis) in Western Kansas and a Herpetofaunal Inventory of the Smoky Valley Ranch, Logan County, Kansas
Allison Sosa
Communication
Thesis Advisor: Dr. Carrol Haggard
Thesis Title: Communication Image: A Survey and Analysis of Communication Methods used by a Rural Non-Profit Organization
Trevor Stapp
Communication
Thesis Advisor: Dr. Carrol Haggard
Thesis Title: Subliminal Messages: Do they Really Affect People's Behaviors and Motivational States?
Darci Wederski
Nursing
Thesis Advisor: Dr. Liane Connelly
Thesis Title: Self-Esteem of Inmates who Participate in a Dog Program
Heather Alexander
Communication
Thesis Advisor: Dr. Carrol Haggard
Thesis Title: The Correlation Between Students Perceptions of Their Body Image and
Communication Apprehension
Denise Boone
School Psychology
Field Study Advisor: Dr. Steve F. Duvall
Field Study Title: An Observational Study of How Elementary Non-Disabled Students are Academically and Behaviorally Affected by the Inclusion of a Student with Mental Retardation in the General Education ClassroomJames Newman
Biology
Thesis Advisor: Dr. Duane A. Hinton
Thesis Title: Effects of Blood Enhancement Techniques on Short Tandem Repeat (STR) Analysis
Christina Robben
School Psychology
Field Study Advisor: Dr. Stephen Kitzis
Field Study Title: Students Diagnosed with ADHD and the Effects They Have on the Behavior of Regular Education Middle School Students
Amanda William
Psychology
Thesis Advisor: Dr. Carol L. Patrick
Thesis Title: Resilience, Optimism, and Meaning
Jeannine Kuhlman Bergsma
School Psychology
Field Study Advisor: Dr. Steven F. Duvall
Field Study Title: Relational Aggression in Young Adolescent Females
Kimberly J. Brady
Psychology (Clinical)
Thesis Advisor: Dr. Carol Patrick-Land
Thesis Title: A Comparison of Empathy and Moral Development in Child Molesters within a Court-Mandated Outpatient Treatment Program
Alisha Lynn Eickhoff
School Psychology
Field Study Advisor: Dr. Steven F. Duvall
Field Study Title: An Observational Study Examining the Academic and Social Interaction Behaviors of Students with Learning Disabilities in Three Different Educational Settings: Inclusive, Resource, and Regular Education Classrooms
Charlotte Hinger
History
Thesis Advisor: Dr. Raymond Wilson
Thesis Title: African American Activists: The Pioneer Politicians of Nicodemus, Kansas, 1877-1880
Jiang-Bo Huang-Fu (Peter)
Communication
Thesis Advisor: Dr. Carrol Haggard
Thesis Title: Education in an Age of Globalization: A Study of the Relationship between Interaction and Satisfaction in the FHSU/SIAS Joint Distance Education Program
Steven D. Keil
Liberal Studies
Thesis Advisor: Dr. Chris Crawford
Thesis Title: An Assessment of the Relationship between Character Development and Moral Leadership
Jessica Jane Linenberger
School Psychology
Field Study Advisor: Dr. Steven F. Duvall
Field Study Title: The Academic Engagement and Social Skills Behaviors of Elementary Students with Learning Disabilities within Resource, Inclusion, and General Education Classroom Settings
Charmaine McDonald
Art
Thesis Advisor: Linda Ganstrom
Thesis Title: Transformation
Katharine L Miller
Psychology (Clinical)
Thesis Advisor: Dr. Carrie Nassif
Thesis Title: A Meta-Analysis of Dialectical Behavior Therapy across Variable Populations and Settings
Brett Murray
School Psychology
Field Study Advisor: Dr. Steven F. Duvall
Field Study Title: A Comparison of Academic Engagement and Social Interaction for Four Students with Learning Disabilities across Instructional Settings with Varying Degrees of Restrictiveness
Thaveesilp Dang Nimchanya
Art
Thesis Advisor: Linda Ganstrom
Thesis Title: Rapprochement in Clay
Andrea J. Ring
Psychology (Clinical)
Thesis Advisor: Dr. Greg Turek
Thesis Title: The Effects of Lyrics of Selected Popular Music Forms on Body Image
Jonathon S. Russell
Art
Thesis Advisor: Chaiwat Thumsujarit
Thesis Title: Inspiration: Artifact
Yolanda Raquel Salinas
Psychology (Clinical)
Thesis Advisor: Dr. Kenneth Olson
Thesis Title: False Memory and the DRM Paradigm: The Relations of Recall and Recognition with Stress and State-Trait Anxiety
Rebecca A. Streifel
Psychology (Clinical)
Thesis Advisor: Dr. Greg Turek
Thesis Title: An Examination of the Relations among Body Image Distortion, Body Dissatisfaction, Unhealthy Body Mass Index, and their Prediction of Drive for Thinness
Shane R. Trentman
School Psychology
Field Study Advisor: Dr. Steven F. Duvall
Field Study Title: An Exploratory Study Assessing the Academic Engagement and Social Interaction of Fifth and Sixth Grade Students with Specific Learning Disabilities in Regular Education, Inclusive, and Resource Rooms
Sarah L. Whitford
School Psychology
Field Study Advisor: Dr. Steven F. Duvall
Field Study Title: An Exploratory Study of the Rate of Academic Engagement and Social Skills for Children with Emotional Disturbances within the Resource Room, Inclusion Setting, and the General Education Classroom
Leaf Yi Zhang
Communication
Thesis Advisor: Dr. Carrol Haggard
Thesis Title: Instructional Communication Via Video Program in Distance Learning: The Relationship between Instructors’ Immediacy Behaviors, Student Motivation and Satisfaction
Todd R. Buchanan
Geosciences
Thesis Advisor: Dr. John Heinrichs
Comparison of Geographic Information System Software (Arcgis 9.0 and Grass 6.0): Implementation and Case Study
Sean Hottois
Art (Graphic Design)
Thesis Advisor: Karrie Simpson Voth
Thesis Title: Transmuted Perception
Coronda Hoy
Education Administration
Thesis Advisor: Dr. Billy Daley
Thesis Title: College Student Identity Development
Dan Koster
Communication
Thesis Advisor: Dr. C. Sue Strohkirch
Thesis Title: Mud Slinging: Frequency of Negative Television Advertisements Used by Campaigns Affiliated with the Two Major U.S. Political Parties
Neil Ray
Geosciences
Thesis Advisor: Dr. K.R. Neuhauser
Thesis Title: A Refractory Earth Meteorite: Suggested Distant Impact Ejecta from Chicxulub Impact Crater
Sherrie Kay Stawinski
Biology
Thesis Advisor: Dr. Eric Gillock
Thesis Title: Characterization of a Saccharopolyspora by 16S rRNA Sequencing, Fatty Acid Methyl Ester Analysis, and Scanning Electron Microscopy
Curtis J. Wolf
Biology
Thesis Advisor: Dr. William J. Stark
Thesis Title: Survey of Freshwater Mussels (Bivalvia: Unionoidea) in Three River Drainages and an Evaluation of Seasonal Flow Requirements as a Correlate of Mussel Recruitment
Xiao Xin
Communication
Thesis Advisor: Dr. Carrol Haggard
Thesis Title: Communication Apprehension of Asian Students’ Speaking English as a Second Language
Tanya L. Beauchamp
Nursing
Thesis Advisor: Dr. Liane Connelly
Thesis Title: Structural Empowerment and Decisional Involvement in Acute Care Nursing
Christina A. Cox
Special Education
Thesis Advisor: Dr. Ronald Fahey
Thesis Title: Experimental Analysis of Electronic and Non-Electronic Strategies for Reading Comprehension
Linda Gobin
Nursing
Thesis Advisor: Dr. Sandra Tweed
Thesis Title: Intuition: Differences Between Novice and Expert Nurses
Amy Hoffsommer-Cluthe
HHP
Thesis Advisor: Dr. Duane Shepherd
Thesis Title: The Influence of Personality Traits with Physical Activity Participation and Body Esteem
Tamara J. Lynn
Liberal Studies
Thesis Advisor: Dr. Arthur L. Morin
Thesis Title: Effectively Meeting the Mental Health Needs of Juvenile Offenders in Correctional Facilities in the State of Kansas
Denise K. Orth
Communication
Thesis Advisor: Dr. C. Sue Strohkirch
Thesis Title: How Communication Apprehension Influences Radiologic Technology Students’ Messages
Charlotte Schirmer
Nursing
Thesis Advisor: Dr. Liane Connelly
Thesis Title: Leadership Style of Rural Chief Nurse Executives in Kansas
Samantha Scott
English
Thesis Advisor: Dr. Steven Trout
Thesis Title: Multivocality and the Female Bildungsroman: Zora Neale Hurston’s Their Eyes Were Watching God, Louise Erdrich’s Love Medicine, and Demetria Martínez’s Mother Tongue
Matthew G. Sexson
Biology
Thesis Advisor: Dr. Greg Farley
Thesis Title: Nest-Site Selection and Reproductive Success of the Western Snowy Plover in Kansas
Snehal Shrivastava
Speech-Language Pathology
Thesis Advisor: Dr. Amy Finch
Thesis Title: A Screening Test of Aphasia for Individuals who Speak Hindi
Kimberly R. Strahm
Psychology (Clinical)
Thesis Advisor: Dr. Carol Patrick
Thesis Title: Attachment, Self-Esteem, and Cigarette Smoking Habits in College Students
Jane Tanking
Nursing
Thesis Advisor: Dr. Liane Connelly
Thesis Title: Patients’ Perceptions and Nurses’ Perceptions of Nurse Caring Behavior
Anthony Thomas
Biology
Thesis Advisor: Dr. Greg Farley
Thesis Title: Assessment of West Nile Virus Prevalence Using RT-PCR in Resident and Migratory Birds of Western Kansas
HHP
Thesis Advisor: Dr. Jeffrey S. Burnett
Thesis Title: Effects of Required Physical Activity on College Students’ Attitudes
Eva Briones
School Psychology
Field Study Advisor: Dr. Stephen Kitzis
Field Study Title: Heritage Language Shift in Dual Language Kindergarten Students
Jennifer Cole
School Psychology
Field Study Advisor: Dr. Steven F. Duvall
Field Study Title: A Comparison across Settings between Levels of Academic Engagement and Social Interaction in an Emotionally Disturbed Student
Jessica Conner
Art (Ceramics)
Thesis Advisor: Linda Ganstrom
Thesis Title: Tender Situations
Stephanie L. Crist
School Psychology
Field Study Advisor: Dr. Carol Patrick
Field Study Title: The Relations among Parenting Style, Self-Concept and Academic Achievement
Derek John Eccles
School Psychology
Filed Study Advisor: Dr. Heath Marrs
Field Study Title: How do School Psychologists Overcome Language Differences When Assessing Students Who Have Limited English Proficiency? A Survey of School Psychologists and Their Current Practices
Zane A. Engelbert
Geosciences
Thesis Advisor: Dr. John F. Heinrichs
Thesis Title: Quantifying Ring-Necked Pheasant (Phasianus Colchicus) Population Size in Northwest Kansas Using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI)
Roshawna Essmiller
Speech-Language Pathology
Thesis Advisor: Dr. Marcia Bannister
Thesis Title: A Study of Dynamic Assessment of Narrative Skills in Bilingual Hispanic Children
Nancy Flax
Art (Ceramics)
Thesis Advisor: Linda Ganstrom
Thesis Title: Guardians
Travis Larsen
History
Thesis Advisor: Dr. Raymond Wilson
Thesis Title: Ahead of the Curve: A History of the National Baseball Congress Tournament in Wichita, Kansas 1935-2005
Liang Liang
Communication
Thesis Advisor: Dr. C. Sue Strohkirch
Thesis Title: Framing Starts with Selecting Facts: A Content Analysis of the News Reports on an Air Collision between a U.S. and Chinese Warplane in April 2001
Candace M. Mehaffey-Kultgen
Liberal Studies
Thesis Advisor: Dr. Arthur L. Morin
Thesis Title: East Meets West: Chinese Mianzi and Guanxi as Cultural Obstacles to U.S. – China Business Relations
Timothy C. Mullin
Geology
Thesis Advisor: Dr. Richard J. Zakrzewski
Thesis Title: Systematics, Osteology, Sexual Dimorphism, Age Classes, and Population Dynamics of Teleoceras Fossiger from Jack Swayze Quarry, Clark County, Kansas, and Minium Quarry, Graham County, Kansas
Jennifer Mettlen Nolan
Art (Ceramics)
Thesis Advisor: Linda Ganstrom
Thesis Title: America’s Nuclear Family
Manpreet K. Rai
Psychology
Thesis Advisor: Dr. Stephen Kitzis
Thesis Title: Short Term Memory Decay in Children and Adults
Erin N. Renard
Communication
Thesis Advisor: Dr. C. Sue Strohkirch
Thesis Title: Deconstructing the Vagina Monologues: A Taxonomic Approach to Social Change
Ben Schlitter
Art (Graphic Design)
Thesis Advisor: Karrie Simpson Voth
Thesis Title: Manual
Benton A. St. Cyr
Psychology (Clinical)
Thesis Advisor: Dr. Carrie Nassif
Thesis Title: Intrinsic VS. Extrinsic Motivation: An Analysis of Recovery from Substance Abuse
Christina Wolf
Psychology (Clinical)
Thesis Advisor: Dr. Carrie Nassif
Thesis Title: Leaving an Abusive Relationship: Is There Any Hope?
THESES
EFFECTS AND CORTICAL INJURY ON THE DEVELOPING BRAIN
Copyright @ 2011 by the University of Edinburgh. All Rights Reserved.
The authors and The University of Edinburgh retain the right to reproduce and publish these theses for non-commercial purposes. Permission is granted for these theses to be reproduced by others for non-commercial purposes as long as this copyright notice is reprinted in full in any reproduction. Applications to make other use of this material should be addressed in the first instance to Copyright Permissions, School of Informatics, The University of Edinburgh, 2 Buccleuch Place, Edinburgh EH8 9LW, Scotland.
Theses by students who were awarded an overall distinction are marked by * and are accessible externally; others are available by mailing <ito@informatics.ed.ac.uk>
Copyright @ 2011 by the University of Edinburgh. All Rights Reserved.
The authors and The University of Edinburgh retain the right to reproduce and publish these theses for non-commercial purposes. Permission is granted for these theses to be reproduced by others for non-commercial purposes as long as this copyright notice is reprinted in full in any reproduction. Applications to make other use of this material should be addressed in the first instance to Copyright Permissions, School of Informatics, The University of Edinburgh, 2 Buccleuch Place, Edinburgh EH8 9LW, Scotland.
Theses by students who were awarded an overall distinction are marked by * and are accessible externally; others are available by mailing <ito@informatics.ed.ac.uk>
- Civil & Environmental Engineering M.S.E.S.
Precipitative Softening and Ultrafiltration Treatment of Beverage Water
- Ansley Shannon AS Biology M.S.
Secondary Seed Dispersal of Longleaf Pine, Pinus palustris,
and Sand Live Oak, Quercus geminata, in Florida Sandhill
- Anstey Erica AS Women's Studies M.A.
A Feminist Perspective on the Precautionary Principle and the Problem of Endocrine Disruptors Under Neoliberal Globalization Policies
- Ault Danylle MS Marine Science M.S.
Temporal and Spatial Distribution of Chlorophyll on the West Florida Shelf
- Bakht Nancy AS English M.A.
Mocking Mohammad: Mark Twain’s Depiction of Arabs and Muslims in The Innocents Abroad
- Basso Ann AS English M.A.
Bel-Imperia: The (Early) Modern Woman in Thomas Kyd's Spanish Tragedy
- Beekman Matthew AS Physics M.S.
Synthesis and Characterization of Type II Silicon and Germanium Clathrates
- Begin Georgia AS Mass Communications M.A.
Attitudinal Antecedents of the First- and Third-Person Effects of Alcohol Advertising on College Students
- Begum Mubeena PH Epidemiology & Biostatistics M.S.P.H.
Gene Expression Profiles and Clinical Parameters for Survival
Prediction in Stage Two and Three Colorectal Cancer
- Bhatt Surbhi AS Chemistry M.S.
Chemo-Enzymatic Route to Synthesis of Biodegradable Polymers and Glycolipid Analogs
- Binitie Idia AS Psychology M.A.
Breaking Down the Wall: An Examination of Mental Health Service Utilization in African American and Caucasian Parents
- Booker Alan AS Geography M.A.
Modeling the 100-Year Flood Using GIS: A Flood Analysis in the Avon Park Watershed
- Booth James AS English M.A.
Cracker Etiquette: Stories From Somebody's South
- Caesar Nicole MS Marine Science M.S.
An Evaluation of the Along Track Reef Imaging System (ATRIS) for Efficient Reef Monitoring and Rapid Groundtruthing of EAARL Lidar
- Cha Sung Taik AS Mass Communications M.A.
How U.S. Audiences View Korean Films: A Case Study of Old Boy
- Chalasani Praveen EN Mechanical Engineering M.S.
Nanoindentation of Layered Materials With a Nonhomogeneous Interface
- Chen Li EN Computer Science & Engineering M.S.C.S.
Ranking-Based Methods for Gene Selection in Microarray Data
- Cochran Andrew AS English M.A.
An Hour of Light and Other Stories
- Crosby David AS Geography M.A.
The Effect of DEM Resolution on the Computation of
Hydrologically Significant Topographic Attributes
- Curley Jessica AS Psychology M.A.
Mothers' Versus Fathers' Ratings of Child Behavior Problems
- Curtas Stephen AS Government & International Studies M.A.
A New Type of Insurgency: A Case Study of the Resistance in Iraq
- da Silva Ashley AS Geology M.S.
Investigation of Cretaceous Molluscan Shell Material for Isotopic Integrity: Examples and Implications From the Baculites compressus/cuneatus Biozones (Campanian) of the Western Interior Seaway
- Dearborn Kristina EN Chemical Engineering M.S.Ch.
The Characterization of Non-Ionic Surfactant Vesicles: A Release Rate Study for Drug Delivery
- Do Kimberly AS Biology M.S.
A Determination of Phylogeny and Hybridization History Within Clematis L. (Ranunculaceae) Using Actin and Nitrate Reductase Intron Sequences
- Drennon Michael PH Epidemiology & Biostatistics M.S.P.H.
Drug Resistant Patterns of Invasive Streptococcus pneumoniae Infections in the State of Florida in 2003
- Fargo Sofia AS Government & International Studies M.A.
An Analysis of the United Nations Two Peace Operations in the Congo
- Fawcett Kelly AS Communication Sciences & Disorders M.S.
Spelling Development in Young School Age Children
- Fernando Pradeep EN Computer Science & Engineering M.S.C.P.
Genetic Algorithm Based Two-Dimensional and Three-Dimensional Floorplanning for VLSI ASICs
- Flack II Larry PH Environmental & Occupational Health M.S.P.H.
Nurse Exposure to Waste Anesthetic Gases in a Post Anesthesia Care Unit
- Frashuer Anya AS Anthropology M.A.
Middle Woodland Mound Distribution and the Ceremonialism in the Apalachicola Valley, Northwest Florida
- Gale Deanne ED Psychological & Social Foundations Ed.S.
The Effect of Computer-Delivered Phonological Awareness Training on the Early Literacy Skills of Students Identified as At-Risk for Reading Failure
- Garcia Richard EN Computer Science & Engineering M.S.C.S.
A Modular Onboard Processing System for Small Unmanned Vehicles
- Gaydos Dana MS Marine Science M.S.
Modeling the Advantages and Disadvantages of the Coral-Algal Symbiosis
- Ghirlanda Simone EN Electrical Engineering M.S.
Prototype and Testing of a MEMS Microcooler Based on Magnetocaloric Effect
- Green, Jr. Alan AS English M.A.
Altered States of Reality: The Theme of Twinning in David Lynch's Lost Highway
- Gulledge Laura AS Criminology M.A.
Gender Differences in Age of Onset for Delinquency: Risk Factors and Consequences
- ustafson Steven MS Marine Science M.S.
Assessment of Image Analysis as a Measure of Scleractinian Coral Growth
- Haller Logan PH Public Health M.S.P.H.
Developement of a Micropshere-Based Immunoassay for the Detection of IgM Antibodies to West Nile Virus and St. Louis Encephalitis Virus in Sentinel Chicken Sera
- Hardesty Robin ED Psychological & Social Foundations Ed.S.
Stress, Coping, and their Prediction of Mental Health Outcomes in International Baccalaureate High School Students
- Henson Joshua MS Marine Science M.S.
Strategic Geographic Positioning of Sea Level Gauges to Aid in Early Detection of Tsunamis in the Intra-Americas Sea
- Hills Jr.Franklin AS Religious Studies M.A.
The Middle Class Religious Ideology and the Underclass Struggle: A Growing Divide in Black Religion
- Hilmersson Christina EN Mechanical Engineering M.S.M.E.
Detection of Cracks in Single-Crystalline Silicon Wafers Using Impact Testing
- Hulseman George AS English M.A.
Echoes: A Novel
- Jacobson Rebecca AS English M.A.
Abiding
- Jones Lucy AS Humanities M.L.A.
Tampa's Lafayette Street Bridge: Building A New South City
- Kedrowski Jon AS Geography M.A.
Assessing Human-Environmental Impacts on Colorado's 14,000-Foot Mountains
- Kelsey Clay AS Geography M.A.
The Application of a Modified Human Development Index: Spatial Modeling of Socioeconomic Well-Being for Florida Counties
- Klar Jason EN Mechanical EngineeringM.S.M.E.
Optimizing Biofuel Cell Performance Using a Targeted Mixed Mediator Combination
- Korzhova Valentina EN Computer Science & Engineering M.S.C.S.
Tracking Fluid Flow in a Spinning Disk Reactor
- Lambert Jeanne AS Environmental Science & Policy M.S.
Coastal Processes and Anthropogenic Factors Influencing the Geomorphic Evolution of Weedon Island, Florida
- Larsen Devon FA Art M.A.
Rethinking the Monumental: The Museum as Feminist Space in the “Sexual Politics” Exhibition, 1996
- LoDico Jenna MS Marine Science M.S.
Sub-Centennial Scale Climatic and Hydrologic Variability in the Gulf of Mexico During the Early Holocene
- Luongo Kevin EN Electrical Engineering M.S.E.E.
Palladium Doped Nano Porous Silicon to Enhance Hydrogen Sensing
- Lutsyshyna Oksana AS Women's Studies M.A.
Postcolonial Herstory: The Novels of Assia Djebar (Algeria) and Oksana Zabuzhko (Ukraine): A Comparative Analysis
- Manohar Vasant EN Computer Science & Engineering M.S.C.S.
Video-Based Person Identification Using Facial Strain Maps as a Biometric
- McCabe-Remmell Patricia AS English M.A.
Joyce ... Beckett ... Dedalus ... Molloy: A Study in Abjection and Masochism
- McKallip-Moss Shannon GS Applied Behavior Analysis M.A.
Response Cards in the Elementary School Classroom: Effects on Student and Teacher Behavior
- Meehan Ryan AS English M.A.
The Enthymeme's Role in Modern Discourse
- Murray Marcy AS English M.A.
Cross-Dressing in Sarah Grand’s The Tenor and the Boy and E.D.E.N Southworth’s The Hidden Hand: Gender, Class, and Power
- Newberry James EN Civil & Environmental Engineering M.S.C.E.
A Damage Assessment and Wind Loading Analysis of
Residential Structures Built Post-1996 in Punta Gorda in the
Wake of Hurricane Charley
- Nieves John A. AS English M.A. Ashes from Falling Stars
- Northcutt Minnette AS English M.A.
An Inquiry Concerning the Teaching of Critical Thinking in an
Advanced Placement Literature and Composition Class
- Nwiloh Victor PH Environmental & Occupational Health M.S.P.H.
Measurement of Nerve Growth Factor in Induced Sputum and Exhaled Breath Condensate
- Olin Carrie AS English M.A.
The True Picture of the Indian—As Jackson Viewed It: The Portrayal of Alessandro as an Atypical Native American
- Peck-Janssen Shannon AS Anthropology M.A.
Animal Husbandry at Tell el Hesi (Israel): Results From Zooarchaeological and Isotopic Analysis
- Pickard Brian EN Civil & Environmental Engineering M.S
Development of a GIS Based Infrastructure Replacement Prioritization System: A Case Study
- Pierrissaint Virgilet EN Civil & Environmental Engineering M.S.C.E.
Post-Charley Evaluation of Undamaged Homes in Punta Gorda Isles
- Plank, Jr. Larry ED Educational Leadership Ed.S.
Intelligent Design and Evolutionary Theory: Legal Battles and Classroom Relevance for School Leadership
- Porter Larry ED Psychological & Social Foundations Ed.S.
An Exploratory Analysis of the Effects of a Statewide Mandatory Grade Retention Policy and Student Academic Achievement
- Powell Lezlee GS Applied Behavior Analysis M.A.
The Effects of a Parent Training Course on Coercive Interactions Between Parents and Children
- Ravulapalli Sunil Babu EN Computer Science & Engineering M.S.C.S.
Association of Sound to Motion in Video Using Perceptual Organization
- Roberts Glen AS Mass Communications M.A.
Image Restoration Theory: An Empirical Study of Corporate Apology Tactics Employed by the U.S. Air Force Academy
- Rodriguez-Del Valle Chantell GS Applied Behavior Analysis M.A.
The Effects of Role-Playing on the Development of Adaptive Skills in a Parent Training Program
- Romero Cotrino Camilo EN Civil & Environmental Engineering M.S.E.E.
Control of Hydrogen Sulfide From Groundwater Using Packed-Bed Anion Exchange and Other Technologies
- Rupanagudi Sai Kiran EN Electrical Engineering M.S.E.E.
A Platform for Research on Localization and Tracking Using Wireless Sensor Networks
- Sahin Mustafa Emin EN Electrical Engineering M.S.E.E.
Towards the Realization of Cognitive Radio: Coexistence of Ultrawideband and Narrowband Systems
- Schrefer Justin AS Political Science M.A.
Path Dependencies and Unintended Consequences: A Case Study of Britain's Entry into the European Community
- Schwab Autumn AS Geography M.A.
The Influence of Roads on the Florida Panther
- Shelnut Nicole AS Anthropology M.A.
Before the Inca: Prehistoric Dietary Transitions in the Argentine Cuyo
- Sierra Melissa AS Sociology M.A.
Chronic/Life Threatening Illnesses From the Perspective of Latino Men
- Simpson Dava AS Communication M.A.
Stormtroopers Among Us: Star Wars Costuming, Connection, and Civic Engagement
- Singh Harkanwal EN Civil & Environmental Engineering M.S.C.E.
A Benefit-Cost Analysis of a State Freeway Service Patrol: A Florida Case Study
- Smeltzer Brandon EN Chemical Engineering M.Ch.E.
The Solubility of Triton X-114 and Tergitol 15-S-9 in High Pressure Carbon Dioxide Solutions
- Smith Gregory AS English M.A.
The Faceless Mountain and the Key West Route: Interdisciplinary Study of the Pilgrimage Archetype
Stearns Adrienne AS Communication Sciences & Disorders M.S.
Production and Perception of Place of Articulation Errors
- Taylor Rush AS American Studies M.L.A.
"This is Not a Politburo, But a Madhouse" The Post World War II Sovietization of East Germany Up to the 1953 Worker's Uprising.
- Thompson Troy AS History M.A.
Fit for the Reception of Ladies and Gentlemen: Power, Space and Politeness in Eighteenth-Century Anglo-Atlantic Playhouses
- Tipton Holly AS English M.A.
Piety and Other Afflictions
- Tofthagen Cindy NR Nursing M.S.
The Relationship Between Anxiety and Spirituality in Persons Undergoing Chemotherapy for Cancer
- Toney Jared AS History M.A.
"Viva Wallace": Tampa Latins, the Politics of Americanization, and the Progressive Party Campaign of 1948
- Van Neste Berit AS Religious Studies M.A.
Cicero and St. Augustine's Just War Theory: Classical Influences on a Christian Idea
- Van Dyke John AS English M.A.
"Landslide" and Other Stories
- Vogt, III Albert AS Humanities M.L.A.
"Trust Yourself to God:" Friar Francisco Pareja and the Franciscans in Florida, 1595-1702
- Voicu Laura EN Computer Science & Engineering M.S.C.S.
Modeling the Throughput Performance of the SF-SACK Protocol
- Wafula Alfred AS Physics M.S.
Dynamic Monitoring of Cytotoxicity by Using Electric Cell Substrate Impedance Sensing
- Wagganer Andrea AS Sociology M.A.
Feminine Beauty and the Cancerous Beast: Appearance Management at the Cancer Hospital Salon
- Weiss Matthew AS Geology M.S.
Evaluation of Geophysical and Thermal Methods for Detecting Submarine Groundwater Discharge (SGD) in the Suwannee River Estuary, Florida
- Wiesen Liesl AS Environmental Science & Policy M.S.
Blood Lead Concentrations in the Cat Population of Tampa, Florida
- Williams Gertie GS Applied Behavior Analysis M.A.
The Effects of Fluency Training on Performance, Maintenance and Generalization of Parenting Skills
- Young Kevin EN Chemical Engineering M.S.Ch.
The Mucilage of Opuntia Ficus Indica: A Natural, Sustainable, and Viable Water Treatment Technology for Use in Rural Mexico for Reducing Turbidity and Arsenic Contamination in Drinking Water
DIREKTORI SKRIPSI/THESIS UPDATE UPI
"Ini adalah directory skripsi/thesis dari Universitas Pendidikan. Bagi yang berminat silahkan diunduh.Ini hanya sebagai bahan Referensi bagi yang menghadapi masa Skripsi dan jangan sampai menghilangkan kreatifitas dan Intelektualiats."
Koleksi : Thesis S1 Fakultas Kedokteran - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
"Ini adalah directory Theses S1 Fakultas Kedokteran - Universitas Muhammadiyah. Bagi yang berminat silahkan diunduh."
"Ini adalah directory Theses S1 Fakultas Kedokteran - Universitas Muhammadiyah. Bagi yang berminat silahkan diunduh."
